Skripsi
Environmental Kuznet Curve Polusi Udara Sektor Manufaktur di ASEAN
Environmental Kuznet Curve of Manufacturing Sector Air Pollution in ASEAN
Pengarang:
Mohamad Elang Fokkerizky - ; Widyono Soetjipto (Pembimbing/Promotor) - ; Chaikal Nuryakin (Penguji) - ; Uswatun Hasanah (Penguji) -
Deskripsi
Studi ini bertujuan untuk menguji hipotesis Environmental Kuznet Curve (EKC),
secara khusus dalam konteks polusi udara industri manufaktur di ASEAN, dan
mengetahui signifikansi proporsi industri manufaktur terhadap PDB dalam
mempengaruhi emisi pada sektor industri manufaktur di ASEAN, dengan polutan yang
diteliti mencakup SO2, NOx, CO, dan PM 2,5. Data diperoleh dari EDGAR, dan Bank
Dunia dengan periode waktu 1970-2015, dengan analisis menggunakan metode
deskriptif, dan kuantitatif melalui persamaan regresi data panel guna mencapai tujuan
penelitian. Hasil penelitian membuktikan validitas hipotesis EKC pada pada emisi
polutan udara SO2, NOx, dan PM 2.5. Namun tidak terbukti pada emisi polutan udara
CO. Kemudian, proporsi nilai tambah sektor industri manufaktur terhadap polusi udara
pada sektor industri manufaktur di ASEAN berpengaruh signifikan pada polutan udara
SO2, NOx dan PM 2.5, namun tidak pada polutan udara CO.
secara khusus dalam konteks polusi udara industri manufaktur di ASEAN, dan
mengetahui signifikansi proporsi industri manufaktur terhadap PDB dalam
mempengaruhi emisi pada sektor industri manufaktur di ASEAN, dengan polutan yang
diteliti mencakup SO2, NOx, CO, dan PM 2,5. Data diperoleh dari EDGAR, dan Bank
Dunia dengan periode waktu 1970-2015, dengan analisis menggunakan metode
deskriptif, dan kuantitatif melalui persamaan regresi data panel guna mencapai tujuan
penelitian. Hasil penelitian membuktikan validitas hipotesis EKC pada pada emisi
polutan udara SO2, NOx, dan PM 2.5. Namun tidak terbukti pada emisi polutan udara
CO. Kemudian, proporsi nilai tambah sektor industri manufaktur terhadap polusi udara
pada sektor industri manufaktur di ASEAN berpengaruh signifikan pada polutan udara
SO2, NOx dan PM 2.5, namun tidak pada polutan udara CO.