Pengaruh Motivasi Solitude Dalam Solo Dining Terhadap Perceived Value Dan Happiness Konsumen Gen Z
The Effect of Solitude Motivation for Solo Dining to The Perceived Value and Happiness of Gen Z Consumer
Pengarang:
Shaquille Dhya Nadhif Viyanditaputra - ; Nurdin Sobari (Pembimbing/Promotor) - ; Elevita Yuliati (Penguji) - ; Gita Gayatri (Penguji) -
Deskripsi
Solo dining, aktivitas makan sendirian di restoran masih sering diabaikan, terutama dalam konteks Indonesia. Salah satu aspek yang belum banyak dibahas adalah bagaimana value perception solo diners. Dalam memahami hal ini, perlu diketahui motivasi individu dalam melakukannya. Dengan menggunakan self-determination theory, terdapat dua motivasi yang mendorong individu untuk melakukan solo dining, yaitu self-determined solitude yang menghasilkan voluntary solo dining dan non-self-determined solitude yang menghasilkan involuntary solo dining. Kedua motivasi ini diekspektasikan dapat mempengaruhi 3 jenis value yang penting dalam dining, yaitu utility, hedonic, dan conspicuous dan juga dapat mempengaruhi happiness solo diners secara berbeda. Untuk menguji hipotesis tersebut, penelitian ini mengolah data dari 324 responden Gen Z dengan menggunakan metode PLS-SEM. Temuannya membuktikan bahwa self-determined solitude memiliki pengaruh positif terhadap utility value, hedonic value, conspicuous value, dan happiness. Ketiga jenis value tersebut juga ditemukan memiliki pengaruh positif terhadap happiness. Selain itu, utility value dan hedonic value juga ditemukan memediasi hubungan antara self-determined solitude yang dan happiness. Terakhir, non-self-determined solitude menghasilkan temuan yang tidak signifikan pada ketiga jenis value dan happiness.