Tesis
Luas Lahan, Dinamika Rumah Tangga, dan Pekerja Anak: Studi Pada Rumah Tangga Pertanian di Indonesia
Land Area, Household Dynamics, and Child Labor: A Study of Agricultural Households in Indonesia
Pengarang:
Faiz Abdullah Wafi - ; I Dewa Gede Karma Wisana (Pembimbing/Promotor) - ; Prita Nurmalia Kusumawardhani (Penguji) - ; Yohanna M. L. Gultom (Penguji) -
Deskripsi
Penelitian ini mengkaji hubungan antara luas lahan pertanian terhadap rata-rata jam kerja anak. Asumsi ini didasarkan pada penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa pengaruh luas lahan terhadap prevalensi pekerja anak memiliki hubungan non-linier berupa Inverted U. Artinya, kenaikan kepemilikan lahan di satu sisi akan meningkatkan prevalensi pekerja anak sampai titik tertentu sebelum prevalensi pekerja anak kemudian menurun. Fenomena ini muncul dari fakta bahwa lahan merupakan aset penting bagi rumah tangga pertanian, seringkali mengharuskan anggota keluarga, termasuk anak-anak, untuk berpartisipasi dalam kegiatan yang berhubungan dengan pertanian. Penelitian ini menggunakan metode Fixed Effect dengan data panel longitudinal dari Indonesia Family
Life Survey (IFLS) dari tahun 2000, 2007, dan 2014. Temuan ini mengungkapkan seiring dengan meningkatnya kepemilikan lahan bagi rumah tangga pertanian, rata-rata jam kerja anak cenderung meningkat. Namun, di luar ambang batas tertentu, rata-rata jam kerja anak mulai menurun seiring dengan bertambahnya ukuran lahan atau yang juga disebut sebagai konsep Inverted U. Namun dengan rata-rata jam kerja anak sebanyak empat jam per minggu keterlibatan anak dalam bekerja tidak dapat dijustifikasi sebagai sebuah aktivitas yang membahayakan masa depan anak. Dengan karakter pertanian yang bersifat turun temurun, keterlibatan anak lebih dianggap sebagai aktivitas sukarela yang dilakukan oleh anak sebagai langkah partisipasi dalam mengasah keterampilan dan kemandiriannya di masa mendatang. Sedangkan bagi rumah tangga yang memiliki lahan kurang dari setengah hektar, keberadaan anak dapat membantu meningkatkan produktivitas pertanian ditengah keterbatasan yang mereka hadapi.
Life Survey (IFLS) dari tahun 2000, 2007, dan 2014. Temuan ini mengungkapkan seiring dengan meningkatnya kepemilikan lahan bagi rumah tangga pertanian, rata-rata jam kerja anak cenderung meningkat. Namun, di luar ambang batas tertentu, rata-rata jam kerja anak mulai menurun seiring dengan bertambahnya ukuran lahan atau yang juga disebut sebagai konsep Inverted U. Namun dengan rata-rata jam kerja anak sebanyak empat jam per minggu keterlibatan anak dalam bekerja tidak dapat dijustifikasi sebagai sebuah aktivitas yang membahayakan masa depan anak. Dengan karakter pertanian yang bersifat turun temurun, keterlibatan anak lebih dianggap sebagai aktivitas sukarela yang dilakukan oleh anak sebagai langkah partisipasi dalam mengasah keterampilan dan kemandiriannya di masa mendatang. Sedangkan bagi rumah tangga yang memiliki lahan kurang dari setengah hektar, keberadaan anak dapat membantu meningkatkan produktivitas pertanian ditengah keterbatasan yang mereka hadapi.