Tesis
Perempuan Dalam Kewirausahaan Sosial: Perspektif Teori Identitas Sosial
Women in Social Entrepreneurship: A Social Identity Theory Perspective
Pengarang:
Nayunda Andhika Sari (Pembimbing/Promotor) - ; Setiawan, Deni - ; Muthia Pramesti (Penguji) - ; Kanti Pertiwi (Penguji) -
Deskripsi
Penelitian ini mengeksplorasi fenomena kewirausahaan sosial di negara berkembang, khususnya terkait bagaimana identitas gender memengaruhi motivasi, pengalaman, dan dinamika praktik kewirausahaan sosial yang masih kurang mendapatkan perhatian. Mengadopsi kerangka teori identitas sosial, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana perempuan pelaku kewirausahaan sosial di Indonesia mengonstruksi dan memaknai identitas mereka, serta bagaimana mereka memahami keistimewaan dan hambatan yang dihadapi dalam menjalankan aktivitas usaha. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam terhadap 13 pelaku wirausaha sosial perempuan di berbagai wilayah Indonesia. Hasil analisis mengidentifikasi tiga tipologi identitas utama, yakni social innovator, community-driven changemaker, dan sustainability catalyst, yang mencerminkan keragaman cara perempuan dalam memaknai peran sosial dan motivasi kewirausahaan mereka. Identitas gender, dukungan keluarga, serta akses terhadap pendidikan dan informasi dipersepsikan sebagai faktor pendukung pertumbuhan usaha, sementara peran domestik, ekspektasi sosial, serta bias gender muncul sebagai kendala struktural yang menghambat pengembangan usaha. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis terhadap pengembangan teori identitas sosial dalam konteks kewirausahaan sosial dengan memperkenalkan tiga tipologi identitas baru yang berbasis pada pengalaman empiris perempuan di negara berkembang. Selain itu, penelitian ini turut memperkaya literatur kewirausahaan sosial dengan perspektif gender yang menyoroti pentingnya pendekatan kontekstual dalam memahami peran identitas dalam membentuk perilaku dan intensi kewirausahaan. Temuan ini menegaskan bahwa kewirausahaan sosial merupakan arena strategis bagi perempuan untuk menegosiasikan struktur sosial sekaligus memosisikan diri sebagai agen perubahan yang aktif dan reflektif dalam menciptakan perubahan sosial yang berdampak.