Tesis
Pengaruh Ambideksitas Pembelajaran dan Keterhubungan Jaringan Terhadap Kinerja Inovasi Pada Start-up Berbasis Teknologi di Indonesia: Peran Mediasi Keterbukaan Terhadap Inovasi
The Influence of Learning Ambidexterity and Network Embeddedness on Innovation Performance in Technology-Based Start-ups in Indonesia: The Mediating Role of Innovation Openness
Pengarang:
Riani Rachmawati (Pembimbing/Promotor) - ; Permata Wulandari (Penguji) - ; Rambat Lupiyoadi (Penguji) - ; Siregar, Natasya Belinda -
Deskripsi
Ekosistem start-up berbasis teknologi di Indonesia menunjukkan pertumbuhan pesat dengan 2.771 entitas tercatat hingga Januari 2025, namun tingginya angka tersebut tidak menjamin keberhasilan bisnis karena mayoritas start-up menghadapi kesulitan mendasar dalam menemukan product-market fit, yaitu ketidakmampuan menciptakan produk yang sesuai dengan kebutuhan nyata pasar serta membangun kepercayaan pengguna terhadap proposisi nilai yang ditawarkan. Di tengah tekanan dinamika pasar yang berubah cepat dan keterbatasan sumber daya internal, kemampuan untuk mengelola proses pembelajaran secara simultan (ambideksitas pembelajaran) dan memanfaatkan keterhubungan jaringan eksternal secara strategis menjadi krusial bagi terciptanya kinerja inovasi yang relevan dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara simultan pengaruh ambideksitas pembelajaran dan keterhubungan jaringan terhadap kinerja inovasi, dengan keterbukaan terhadap inovasi sebagai variabel mediasi. Data dikumpulkan dari 93 pendiri dan manajemen puncak start-up berbasis teknologi melalui survei kuantitatif dan dianalisis menggunakan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan SmartPLS3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterhubungan jaringan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja inovasi, sedangkan ambideksitas pembelajaran tidak menunjukkan pengaruh langsung yang signifikan. Temuan penting lainnya mengungkap bahwa keterbukaan terhadap inovasi secara signifikan memediasi hubungan antara ambideksitas pembelajaran dan kinerja inovasi, namun tidak memediasi hubungan antara keterhubungan jaringan dan kinerja inovasi. Implikasi praktis dari temuan ini menekankan bahwa keberhasilan inovasi pada start-up tidak cukup hanya bersandar pada intensitas eksplorasi pengetahuan internal, melainkan membutuhkan keterbukaan terhadap ide eksternal serta pemanfaatan jaringan yang adaptif dalam menjawab dinamika pasar dan menciptakan solusi yang dipercaya oleh pengguna.