Skripsi
Studi Empiris Perilaku Herding di Pasar Modal Negara Teluk Selama Krisis Covid-19 dan Konflik Rusia–Ukraina
An Empirical Study of Herding Behavior in the Capital Markets of Gulf Countries During the Covid-19 Crisis and the Russian-Ukrainian Conflict
Pengarang:
Umar Fathin Rizaldi - ; Maria Ulpah (Pembimbing/Promotor) - ; Adi Waskito (Penguji) - ; Zuliani Dalimunthe (Penguji) -
Deskripsi
Penelitian ini mengkaji perilaku herding di pasar saham negara-negara GCC (Arab Saudi, UEA, Qatar, Kuwait, Oman, dan Bahrain) selama Desember 2019 hingga Desember 2024. Tujuan utama penelitian adalah mengidentifikasi keberadaan herding, menilai apakah perilaku tersebut meningkat selama krisis besar (pandemi COVID-19 dan konflik Rusia–Ukraina), serta mengevaluasi perbedaannya dalam kondisi pasar naik (bull market) dan turun (bear market).
Model yang digunakan adalah Cross-Sectional Absolute Deviation (CSAD), dengan estimasi regresi dilakukan secara terpisah per negara dan periode menggunakan metode Ordinary Least Squares (OLS) dengan robust standard errors. Model asimetris dan uji Wald digunakan untuk menguji perbedaan perilaku investor berdasarkan arah pasar.
Hasil menunjukkan adanya herding di Bahrain dan UEA secara keseluruhan, serta di Arab Saudi dan Bahrain selama pandemi COVID-19. Tidak ditemukan herding signifikan selama konflik Rusia–Ukraina. Herding asimetris ditemukan di Arab Saudi (saat pasar turun) dan Kuwait (saat pasar naik).
Temuan ini menekankan sifat kontekstual herding di pasar GCC dan memberikan implikasi kebijakan bagi pasar negara berkembang seperti Indonesia.
Model yang digunakan adalah Cross-Sectional Absolute Deviation (CSAD), dengan estimasi regresi dilakukan secara terpisah per negara dan periode menggunakan metode Ordinary Least Squares (OLS) dengan robust standard errors. Model asimetris dan uji Wald digunakan untuk menguji perbedaan perilaku investor berdasarkan arah pasar.
Hasil menunjukkan adanya herding di Bahrain dan UEA secara keseluruhan, serta di Arab Saudi dan Bahrain selama pandemi COVID-19. Tidak ditemukan herding signifikan selama konflik Rusia–Ukraina. Herding asimetris ditemukan di Arab Saudi (saat pasar turun) dan Kuwait (saat pasar naik).
Temuan ini menekankan sifat kontekstual herding di pasar GCC dan memberikan implikasi kebijakan bagi pasar negara berkembang seperti Indonesia.