Skripsi
Consumer Acceptance of Computerized Order-Taking Systems in Jakarta Restaurants: The Role of Perceived Anthropomorphic Characteristics
Penerimaan Konsumen Terhadap Sistem Pemesanan Terkomputerisasi di Restoran Jakarta: Peran Karakteristik Antropomorfik yang Dipersepsikan
Pengarang:
Shu Min, Hsu - ; Gita Gayatri (Pembimbing/Promotor) - ; Elevita Yuliati (Penguji) - ; Arga Hananto (Penguji) -
Deskripsi
Penelitian ini mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi penerimaan konsumen terhadap sistem pemesanan terkomputerisasi (COTS) di restoran Jakarta dengan mengintegrasikan Technology Acceptance Model (TAM), Theory of Planned Behavior (TPB), dan karakteristik antropomorfisme yang dipersepsikan. Hasil menunjukkan bahwa karakteristik antropomorfik seperti keramahan dan desain menyerupai manusia tidak secara langsung memengaruhi niat perilaku, namun secara signifikan meningkatkan kualitas interaksi. Kualitas interaksi kemudian memperkuat persepsi terhadap kemudahan penggunaan, kegunaan, norma subjektif, dan kontrol perilaku yang dipersepsikan. Kontrol perilaku yang dipersepsikan menjadi prediktor langsung paling kuat terhadap niat perilaku, sementara sikap dan norma subjektif berpengaruh secara tidak langsung. Secara metodologis, penelitian ini menggunakan penggabungan variabel komposit untuk mengatasi masalah validitas diskriminan. Temuan ini menekankan pentingnya desain yang emosional dan sesuai budaya dalam meningkatkan penerimaan layanan digital, khususnya di masyarakat kolektivistik seperti Indonesia. Penelitian ini juga memperkaya diskursus teoretis dengan menunjukkan bagaimana faktor kognitif, emosional, dan sosial saling berinteraksi dalam membentuk perilaku pengguna.