Skripsi
Crude oil, DJIA, Natural Gas, Exchange Rate, SSE 100 effects on Indonesian stock market: Evidence from the asymmetric nonlinear ARDL model
Minyak Mentah, DJIA, Gas Alam, Nilai Tukar, Dampak SSE 100 terhadap Pasar Saham Indonesia: Bukti dari Model ARDL Nonlinier Asimetris
Pengarang:
Jonathan Hansel Parlindungan Sitinjak - ; Dony Abdul Chalid (Pembimbing/Promotor) - ; Ruri Eka Fauziah Nasution (Penguji) - ; Dwi Nastiti Danarsari (Penguji) -
Deskripsi
Studi ini meneliti efek asimetris dari beberapa variabel ekonomi makro global terhadap kinerja pasar saham Indonesia, dengan fokus pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Dengan menggunakan data mingguan yang mencakup rentang Januari 2019 hingga Desember 2024, analisis ini menggabungkan harga minyak mentah, harga gas alam, nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS, dan indeks saham dari Amerika Serikat (Dow Jones Industrial Average)
dan Tiongkok (Bursa Efek Shanghai). Untuk memperhitungkan potensi asimetri dalam respons pasar, model Nonlinear Autoregressive Distributed Lag (NARDL) diterapkan, yang memungkinkan diferensiasi antara guncangan positif dan negatif baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Hasil empiris menunjukkan adanya efek asimetris yang signifikan, di mana guncangan positif dan negatif menghasilkan dampak yang berbeda pada IHSG.
Temuan ini menyoroti pentingnya mempertimbangkan dinamika nonlinier saat mengevaluasi transmisi guncangan global ke pasar negara berkembang dan menawarkan wawasan penting bagi investor dan pembuat kebijakan dalam merumuskan strategi yang tepat.
dan Tiongkok (Bursa Efek Shanghai). Untuk memperhitungkan potensi asimetri dalam respons pasar, model Nonlinear Autoregressive Distributed Lag (NARDL) diterapkan, yang memungkinkan diferensiasi antara guncangan positif dan negatif baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Hasil empiris menunjukkan adanya efek asimetris yang signifikan, di mana guncangan positif dan negatif menghasilkan dampak yang berbeda pada IHSG.
Temuan ini menyoroti pentingnya mempertimbangkan dinamika nonlinier saat mengevaluasi transmisi guncangan global ke pasar negara berkembang dan menawarkan wawasan penting bagi investor dan pembuat kebijakan dalam merumuskan strategi yang tepat.