Hubungan antara Financial Distress dan Stock Price Crash: Studi Empiris pada Perusahaan Terbuka di Indonesia
The Relationship between Financial Distress and Stock Price Crash: An Empirical Study on Public Companies in Indonesia
Pengarang:
Angeline Wijaya Limbergh - ; Nur Dhani Hendranastiti (Pembimbing/Promotor) - ; Lenny Suardi (Penguji) - ; Arief Wibisono Lubis (Penguji) -
Deskripsi
Stock price crash merupakan risiko penurunan tajam harga saham akibat akumulasi informasi negatif yang disembunyikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perubahan risiko financial distress terhadap kemungkinan stock price crash di Indonesia. Risiko distress diukur menggunakan model Merton Distance to Default, sedangkan crash diukur berdasarkan return mingguan ekstrem perusahaan dengan ambang 3,09 standar deviasi. Penelitian ini menggunakan data dari 41 perusahaan dengan kapitalisasi pasar tertinggi di Bursa Efek Indonesia selama 2018–2024 dan dianalisis dengan regresi logistik serta kontrol variabel seperti size, return, market-to-book, goodwill, dan Tobin’s Q. Hasil menunjukkan bahwa perubahan risiko financial distress tidak signifikan dalam memprediksi crash. Sebaliknya, variabel size dan return signifikan memengaruhi kemungkinan crash. Hal ini menunjukkan bahwa model Merton kurang sensitif dalam menangkap distress jangka pendek yang sering kali menjadi pemicu crash. Penelitian ini mengimplikasikan pentingnya keterbukaan informasi dan penguatan tata kelola untuk mencegah penurunan harga saham yang drastis