Dampak Impor Bahan Baku dan Produk Jadi terhadap Produktivitas Industri Pakaian Jadi di Indonesia
The Impact of Imports of Raw Materials and Finished Products on the Productivity of the Apparel Industry in Indonesia
Pengarang:
Ludy Hasby Aulia - ; Ashintya Damayati (Pembimbing/Promotor) - ; Chaikal Nuryakin (Penguji) - ; T.M. Zakir Sjakur Machmud (Penguji) -
Deskripsi
Industri pakaian jadi merupakan salah satu industri unggulan di Indonesia dengan kontribusi besarnya pada perekonomian Indonesia. Beberapa indikator menunjukkan kelesuan industri pakaian jadi di Indonesia dimana impor komoditas berpotensi menjadi salah satu faktornya. Penelitian ini mengkaji secara komprehensif dampak impor bahan baku dan impor pakaian jadi terhadap produktivitas industri pakaian jadi di Indonesia pada periode 2001–2021. Menggunakan data panel perusahaan industri besar dan sedang (KBLI 14) serta data impor pakaian jadi dari Trademap, studi ini menerapkan estimasi fungsi produksi berbasis value added dengan metode Ackerberg-Caves-Frazer (ACF) untuk mengukur Total Factor Productivity (TFP). Pemodelan terbaik dengan estimasi kuadratik dan mempertimbangkan efek tetap (fixed effect) menunjukkan bahwa impor bahan baku (IBB) berpengaruh positif dan signifikan hingga ambang Rp 14 kuadriliun, tetapi melebihi titik tersebut tambahan impor mulai menurunkan TFP (inverted-U). Sebaliknya, impor pakaian jadi (FIM_IPJ) awalnya menurunkan produktivitas hingga ambang Rp 979 miliar, setelah itu setiap kenaikan impor justru meningkatkan TFP (U-shape). Variabel kontrol—aset, konsentrasi pasar (HHI), dan nilai tukar (kurs USD/IDR)—menunjukkan dampak yang umumnya konsisten, kenaikan aset 1 % menurunkan TFP 0,0075 %, peningkatan HHI satu poin menaikkan TFP 152,36 %, dan depresiasi Rupiah 1 % menurunkan TFP 0,925 %. Temuan ini menegaskan bahwa efek impor terhadap produktivitas bersifat non-linier dan bergantung pada skala impor