Kutukan Sumber Daya atau Katalis Kesejahteraan: Bagaimana Dampak Hilirisasi Nikel terhadap Kemiskinan di Sulawesi?
Resource Curse or Catalyst for Welfare: How Nickel Downstreaming Impacts Poverty in Sulawesi?
Pengarang:
Muhammad Syafiq Zufarulhaq - ; Ashintya Damayati (Pembimbing/Promotor) - ; Jossy Prananta Moeis (Penguji) - ; T.M. Zakir Sjakur Machmud (Penguji) -
Deskripsi
Penelitian ini mengevaluasi dampak hilirisasi nikel terhadap tingkat kemiskinan di Sulawesi, dengan menelaah efektivitas pembangunan smelter dan kebijakan larangan ekspor bijih mentah sebagai strategi industrialisasi berbasis sumber daya. Strategi identifikasi menggunakan pendekatan staggered Difference-in-Differences dengan two- way fixed effect pada data panel 54 Kabupaten/Kota periode 2010–2023 menjadi kontribusi utama dari penelitian ini. Efek rata-rata smelter dalam baseline regression menunjukkan bahwa keberadaan smelter tidak signifikan dalam mengurangi kemiskinan. Di sisi lain, kebijakan larangan ekspor bijih mentah ditemukan signifikan mengurangi kemiskinan. Namun, tidak ditemukan bukti bahwa kebijakan tersebut memoderasi atau memperkuat dampak smelter terhadap kemiskinan. Meskipun demikian, hasil event study justru menunjukkan bahwa keberadaan smelter memiliki dampak negatif yang signifikan dan konsisten terhadap tingkat kemiskinan, setelah beberapa tahun sejak smelter mulai beroperasi, menegaskan bahwa kontribusi smelter terhadap pengurangan kemiskinan bersifat jangka menengah (delayed benefit). Namun, belum tentu dapat dikatakan sebagai maslahah.