Tesis
Kesenjangan Realita-Ekspektasi dan Determinan Well-being Pekerja Film Indonesia
Reality-Expectations Gaps and The Determinants of Well-being Among Indonesian Film Workers
Pengarang:
Oktaviana Dwi Amartani - ; Mohamad Dian Revindo (Pembimbing/Promotor) - ; Diahhadi Setyonaluri (Penguji) - ; Paksi C. K. Walandouw (Penguji) -
Deskripsi
Industri film Indonesia menghadirkan paradoks antara daya tarik kerja kreatif dan kerentanan struktural tenaga kerja, dimana fleksibilitas dan kebebasan kerap menyamarkan ketidakpastian dan ketimpangan. Narasi yang meromantisasi penderitaan sebagai bagian dari proses kreatif, berkontribusi terhadap normalisasi kondisi kerja yang tidak layak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesejahteraan pekerja film Indonesia dan menyoroti urgensi untuk membingkai ulang pengalaman kerja kreatif khususnya pada tahap penciptaan, dengan menggunakan pendekatan metode campuran. Pendekatan ini menggabungkan analisis regresi logit dengan 101 responden dari dua subsampel hierarki pekerja, serta analisis tematik berdasarkan wawancara mendalam terhadap lima informan yang merepresentasikan variasi hierarki peran. Analisis berpijak pada tiga kerangka teoritis, yaitu fungsi utilitas model neoklasik, indikator kesejahteraan OECD, dan kerangka PERMA+4. Hasil penelitian menunjukkan konvergensi antara temuan kuantitatif dan kualitatif yakni sebagian pekerja menunjukkan skor kesejahteraan yang relatif positif meskipun berada dalam kondisi kerja yang rentan. Fenomena ini menunjukkan adanya proses negosiasi nilai personal terhadap tekanan sistemik, serta masih kuatnya romantisasi penderitaan dalam budaya kerja perfilman Indonesia. Studi ini merekomendasikan perlunya kebijakan ketenagakerjaan yang memperhatikan keseimbangan antara dimensi struktural dan dimensi intrinsik untuk mendukung keberlanjutan karier kreatif pada industri film Indonesia yang memerlukan pergeseran retorika fleksibilitas menuju kerangka yang menempatkan martabat pekerja dan kesejahteraan holistik sebagai pusat perhatian.