Analisis Dampak Berantai Kebijakan Proteksionis terhadap Supply Chain dan Daya Saing Industri Tekstil Indonesia
An Analysis of the Ripple Effects of Protectionist Policies on the Supply Chain and Competitiveness of Indonesia’s Textile Industry
Pengarang:
Arina Cinta Ihlasia - ; Irfani Fithria Ummul Muzayanah (Pembimbing/Promotor) - ; Christina Ruth Elisabeth L. Tobing (Penguji) - ; Turro Selrits Wongkaren (Penguji) - ; I Made Krisna Yudhana Wisnu Gupta (Pembimbing/Promotor) -
Deskripsi
Penelitian ini menganalisis dampak kebijakan proteksionis terhadap rantai pasok dan daya saing industri tekstil Indonesia dengan pendekatan data panel HS code periode 2005–2023 dan metode regresi Random Effect. Instrumen yang dikaji meliputi BMAD, BMTP, Persetujuan Impor (PI), dan Laporan Surveyor (LS). Hasil menunjukkan bahwa kebijakan proteksionis tidak berdampak signifikan terhadap volume impor barang upstream dan midstream, meski ada kecenderungan negatif. Sebaliknya, variabel makroekonomi seperti harga kapas dunia dan PDB lebih berpengaruh, terutama di segmen midstream dan downstream. Impor barang upstream terbukti berpengaruh positif terhadap ekspor midstream, menandakan pentingnya bahan baku impor untuk sektor menengah. Namun, tidak ditemukan hubungan serupa pada ekspor downstream, menunjukkan terbatasnya transmisi dampak hingga produk akhir. Kesimpulannya, kebijakan proteksionis belum efektif mendukung integrasi supply chain dan daya saing ekspor tekstil. Diperlukan strategi industri yang menyeimbangkan perlindungan domestik dan kebutuhan impor, serta penguatan koordinasi antarsegmen rantai nilai untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan industri tekstil nasional.