Dampak Perang Dagang terhadap Perdagangan ASEAN dengan Amerika Serikat dan Tiongkok
The Impact of Trade War on ASEAN's Trade with the United States and China
Pengarang:
Nadira Alivia Mustopo - ; Fithra Faisal Hastiadi (Pembimbing/Promotor) - ; Irfani Fithria Ummul Muzayanah (Penguji) - ; Oskar Vitriano (Penguji) -
Deskripsi
Perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok yang dimulai pada 2018 telah memicu perubahan dalam pola perdagangan global akibat kebijakan tarif tinggi yang diterapkan oleh kedua negara. Ketegangan ini mendorong pergeseran rantai pasok dengan negara-negara mulai mencari alternatif untuk menggantikan peran Tiongkok. Studi ini menganalisis dampak perang dagang terhadap perdagangan antara AS dan Tiongkok dengan negara-negara ASEAN selama 2013–2023 menggunakan Gravity Model dan estimasi Poisson Pseudo Maximum Likelihood (PPML), serta mengevaluasi pengaruh pandemi COVID-19 sebagai guncangan eksternal. Hasil estimasi menunjukkan bahwa walau perang dagang tidak memberikan dampak yang signifikan secara agregat, variabel ini tetap bersifat positif dan signifikan ketika diliat efeknya pada setiap negara. Negara seperti Vietnam, Singapura, Thailand, dan Indonesia mencatat peningkatan signifikan akibat fenomena pengalihan perdagangan, di mana ASEAN menjadi alternatif sumber pasokan AS menggantikan Tiongkok. Pandemi COVID-19 juga turut memberikan dampak signifikan yang serupa dengan perang dagang berupa peningkatan ekspor di negara-negara ASEAN tertentu. Negara dengan struktur ekspor yang terdiversifikasi dan logistik yang baik seperti Singapura dan Vietnam mampu pulih lebih cepat, sementara negara lain seperti Myanmar, Filipina, Laos dan Brunei tidak menunjukkan perubahan yang positif dalam dua situasi tersebut.