Skripsi
Asosiasi antara Status Perkawinan dan Status Kemiskinan: Studi Kasus Kepala Rumah Tangga di Indonesia
The Association between Marital Status and Poverty Status: A Case Study of Household Heads in Indonesia
Pengarang:
Wikan Pinastika - ; Omas Bulan Samosir (Pembimbing/Promotor) - ; Sugiharso Safuan (Penguji) - ; Paksi C. K. Walandouw (Penguji) -
Deskripsi
Apakah isu kemiskinan di Indonesia berasosiasi dengan fenomena perceraian? Penelitian ini mengeksplorasi asosiasi antara status perkawinan dan status kemiskinan pada kepala rumah tangga, dengan mempertimbangkan perbedaan jenis kelamin serta faktor sosial, ekonomi, dan demografi lainnya. Dengan menggunakan data longitudinal Indonesian Family Life Survey (IFLS) tahun 2007 dan 2014, penelitian ini menganalisis 5.099 kepala rumah tangga yang sudah atau pernah menikah dan memiliki anak di bawah usia 18 tahun. Metode yang digunakan adalah regresi logistik biner untuk mengestimasi probabilitas kepala rumah tangga berada dalam status miskin, dengan status perkawinan sebagai variabel independen utama, serta interaksi dengan jenis kelamin untuk menguji disparitas berbasis gender. Hasil menunjukkan bahwa kepala rumah tangga yang bercerai memiliki peluang miskin yang lebih tinggi dibanding kepala rumah tangga berstatus menikah, terutama jika kepala rumah tangga adalah laki-laki. Peluang miskin yang lebih tinggi berasosiasi dengan tingkat pendidikan rendah, jenis kelamin perempuan (terlepas dari status perkawinan), jumlah anak yang banyak, bekerja di sektor informal atau tidak bekerja, tinggal di pedesaan, menerima bantuan tunai, serta berada di usia nonproduktif. Penelitian ini mengindikasikan perlunya kebijakan pengentasan kemiskinan yang lebih terarah, khususnya bagi rumah tangga dengan kepala keluarga bercerai dan memiliki karakteristik rentan miskin.