Skripsi
Dampak Foreign Direct Investment terhadap Kualitas Udara: Studi Komparasi Provinsi di Indonesia Tahun 2011-2023
The Impact of Foreign Direct Investment on Air Quality: Comparison Study across Sectors at Indonesia’s Provincial Level (2011-2023)
Pengarang:
Syifa Carla Belinda - ; Fithra Faisal Hastiadi (Pembimbing/Promotor) - ; I Made Krisna Yudhana Wisnu Gupta (Pembimbing/Promotor) - ; Rizki Nauli Siregar (Penguji) - ; Desita Prabawati Ratna (Penguji) -
Deskripsi
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak Foreign Direct Investment (FDI) terhadap kualitas udara di tingkat provinsi di Indonesia selama periode 2011—2023. Dengan menggunakan metode Panel Autoregressive Distributed Lag (ARDL), penelitian ini mengidentifikasi hubungan jangka pendek dan jangka panjang antara FDI dengan kualitas udara yang diukur melalui Air Quality Index (AQI). FDI diklasifikasikan berdasarkan tingkat polusi sektoral menjadi sektor low, middle, dan high pollution. Hasil estimasi dengan pendekatan Dynamic Fixed Effect menunjukkan bahwa FDI pada sektor middle dan high pollution memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap AQI dalam jangka panjang, menandakan penurunan kualitas udara. Sebaliknya, FDI sektor low pollution tidak signifikan dalam jangka panjang, namun memiliki pengaruh negatif dan signifikan dalam jangka pendek. Uji Granger Causality yang dilakukan menemukan adanya hubungan dua arah antara FDI dan kualitas udara. Temuan ini menunjukkan bahwa dampak lingkungan dari FDI bergantung pada karakteristik sektor dan kapasitas tata kelola lingkungan masing-masing wilayah. Oleh karena itu, pengalihan investasi ke sektor yang lebih ramah lingkungan perlu menjadi pertimbangan dalam kebijakan pembangunan berkelanjutan.