Analisis Intensi Berwakaf Melalui Cash Waqf Linked Deposit (CWLD): Studi Komparasi Lulusan Ekonomi dan Keuangan Syariah dan non-Ekonomi dan Keuangan Syariah
Analysis of Waqf Intention Through Cash Waqf Linked Deposit (CWLD): Comparative Study of Islamic Economics and Finance Graduates and Non-Islamic Economics and Finance Graduates
Pengarang:
Rifda Salsabila Fahirana’mah - ; Jossy Prananta Moeis (Penguji) - ; Tika Arundina Aswin (Penguji) - ; Lisa Listiana (Pembimbing/Promotor) -
Deskripsi
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan membandingkan determinan intensi berwakaf melalui Cash Waqf Linked Deposit (CWLD) antara lulusan Ekonomi dan Keuangan Islam (EKIS) serta lulusan non-Ekonomi dan Keuangan Islam (non-EKIS) di Indonesia. Kerangka penelitian ini merupakan hasil integrasi dua teori perilaku, yakni Theory of Planned Behavior (TPB) yang dikembangkan oleh Ajzen (1991) dan Norm Activation Model (NAM) dari Schwartz (1977). TPB menjelaskan niat seseorang untuk melakukan suatu perilaku dibentuk oleh tiga komponen utama yaitu sikap, norma subjektif, serta persepsi kontrol perilaku. Pendekatan TPB perlu diperkaya dengan elemen-elemen dari Norm Activation Model (NAM), dimana dalam NAM perilaku prososial dipengaruhi oleh aktivasi norma pribadi—yang dipicu oleh kesadaran nilai (altruistik vs egoistik) dan tanggung jawab moral terhadap konsekuensi sosial. Variabel literasi wakaf dan tingkat religiusitas juga diukur dalam penelitian ini. Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap responden dari kedua kelompok lulusan, dengan total responden sebanyak 242 orang dan data yang diperoleh dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) dengan software SmartPLS 4 untuk mengidentifikasi kekuatan pengaruh tiap variabel. Temuan penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan intensi berwakaf CWLD antara lulusan EKIS dan non-EKIS, mencerminkan peran penting latar belakang pendidikan dalam membentuk niat partisipasi wakaf. Lulusan EKIS lebih banyak dipengaruhi oleh faktor internal dan normatif seperti sikap, persepsi kontrol perilaku, norma subjektif, serta ascription of responsibility. Hal ini karena mereka telah terpapar secara formal pada konsep wakaf dan keuangan syariah, yang memperkuat kesadaran tanggung jawab sosial berbasis nilai Islam. Sebaliknya, lulusan non-EKIS menunjukkan pengaruh yang lebih besar dari faktor literasi dasar, religiusitas, serta nilai altruistik dan egoistik. Ini menandakan bahwa niat mereka lebih dibentuk oleh motivasi personal dan pemahaman umum.