Skripsi
Analysis of Ready-to-eat Food Expenditure Among Male and Female Single Parent Household in Indonesia
Analisis Pengeluaran Makanan Jadi pada Rumah Tangga Tunggal Laki-Laki dan Perempuan di Indonesia
Pengarang:
Aulia Rohmah Isya - ; Dwini Handayani (Pembimbing/Promotor) - ; Prani Sastiono (Penguji) - ; I Dewa Gede Karma Wisana (Penguji) -
Deskripsi
Penelitian ini mengkaji perilaku pengeluaran rumah tangga terhadap makanan jadi pada rumah tangga orang tua tunggal yang dikepalai oleh laki-laki dan perempuan di Indonesia, serta perbedaannya antara wilayah perkotaan dan perdesaan. Hipotesis awal menyatakan bahwa rumah tangga yang dikepalai perempuan akan mengalokasikan proporsi anggaran yang lebih kecil untuk makanan jadi dibandingkan dengan rumah tangga yang dikepalai laki-laki.
Dengan menggunakan Teori Perilaku Altruisme Perempuan dari Ekonomi Feminis, Teori Pilihan Kerja-Waktu Luang, Teori Ekonomi Rumah Tangga, dan Teori Elastisitas Pendapatan terhadap Permintaan, penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana gender memengaruhi keputusan pengeluaran makanan pada rumah tangga orang tua tunggal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, bertentangan dengan hipotesis awal, rumah tangga yang dikepalai perempuan justru mengalokasikan proporsi yang lebih besar dari anggaran makanannya untuk makanan jadi dibandingkan rumah tangga yang dikepalai laki-laki. Selain itu, rumah tangga di wilayah perkotaan cenderung mengalokasikan lebih banyak anggaran untuk makanan jadi dibandingkan dengan yang berada di perdesaan, sejalan dengan ekspektasi mengenai keterbatasan waktu dan akses terhadap makanan. Temuan ini menunjukkan bahwa asumsi gender terkait persiapan dan konsumsi makanan belum sepenuhnya mencerminkan kompleksitas perilaku pengeluaran makanan pada rumah tangga orang tua tunggal di Indonesia.
Dengan menggunakan Teori Perilaku Altruisme Perempuan dari Ekonomi Feminis, Teori Pilihan Kerja-Waktu Luang, Teori Ekonomi Rumah Tangga, dan Teori Elastisitas Pendapatan terhadap Permintaan, penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana gender memengaruhi keputusan pengeluaran makanan pada rumah tangga orang tua tunggal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, bertentangan dengan hipotesis awal, rumah tangga yang dikepalai perempuan justru mengalokasikan proporsi yang lebih besar dari anggaran makanannya untuk makanan jadi dibandingkan rumah tangga yang dikepalai laki-laki. Selain itu, rumah tangga di wilayah perkotaan cenderung mengalokasikan lebih banyak anggaran untuk makanan jadi dibandingkan dengan yang berada di perdesaan, sejalan dengan ekspektasi mengenai keterbatasan waktu dan akses terhadap makanan. Temuan ini menunjukkan bahwa asumsi gender terkait persiapan dan konsumsi makanan belum sepenuhnya mencerminkan kompleksitas perilaku pengeluaran makanan pada rumah tangga orang tua tunggal di Indonesia.