Skripsi
Pariwisata dan Pembangunan Manusia di Indonesia: Komparasi Daerah Prioritas Wisata Halal dan Non-Prioritas Wisata Halal
Tourism and Human Development in Indonesia: A Comparative Study of Halal Tourism Priority and Non-Priority Regions
Pengarang:
Belva Khoirunnisa Sasikirana - ; Irfani Fithria Ummul Muzayanah (Pembimbing/Promotor) - ; Ashintya Damayati (Penguji) - ; Kenny Devita Indraswari (Penguji) -
Deskripsi
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengembangan pariwisata terhadap pembangunan manusia pada provinsi-provinsi di Indonesia dalam rentang waktu 2019-2024. Variabel dependen diukur menggunakan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), sementara pengembangan pariwisata direpresentasikan oleh indikator seperti jumlah perjalanan wisata dan rata-rata pengeluaran wisatawan. Penelitian ini menggunakan metode Fixed Effects Panel Data Analysis untuk melihat apakah pengembangan pariwisata mempengaruhi tingkat pembangunan manusia di Indonesia.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh jumlah rata-rata pengeluaran wisatawan berpengaruh positif pada tingkat IPM di Indonesia. Namun hasil yang bervariasi ditemukan pada kedua sub-sampel daerah prioritas wisata halal dan daerah yang tidak menjadi prioritas. Rata-rata pengeluaran wisatawan memiliki pengaruh positif signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia baik di daerah prioritas wisata halal maupun non-halal, meskipun efeknya menunjukkan pola non-linear yang menurun setelah titik tertentu. Sementara itu, jumlah perjalanan wisatawan hanya berpengaruh signifikan di daerah prioritas wisata halal dengan hubungan non-linear berbentuk U-shape, sedangkan di daerah non-prioritas halal pengaruhnya tidak signifikan terhadap pembangunan manusia. Temuan ini menunjukkan bahwa efektivitas pengembangan pariwisata terhadap pembangunan manusia dapat berbeda tergantung pada karakteristik wilayah dan strategi kebijakan yang diterapkan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh jumlah rata-rata pengeluaran wisatawan berpengaruh positif pada tingkat IPM di Indonesia. Namun hasil yang bervariasi ditemukan pada kedua sub-sampel daerah prioritas wisata halal dan daerah yang tidak menjadi prioritas. Rata-rata pengeluaran wisatawan memiliki pengaruh positif signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia baik di daerah prioritas wisata halal maupun non-halal, meskipun efeknya menunjukkan pola non-linear yang menurun setelah titik tertentu. Sementara itu, jumlah perjalanan wisatawan hanya berpengaruh signifikan di daerah prioritas wisata halal dengan hubungan non-linear berbentuk U-shape, sedangkan di daerah non-prioritas halal pengaruhnya tidak signifikan terhadap pembangunan manusia. Temuan ini menunjukkan bahwa efektivitas pengembangan pariwisata terhadap pembangunan manusia dapat berbeda tergantung pada karakteristik wilayah dan strategi kebijakan yang diterapkan.