Skripsi
Pengaruh Tanggung Jawab Konsumsi Berkelanjutan, Etnosentrisme Konsumen, dan Religiusitas terhadap Kemungkinan Membeli Merek Kosmetik Lokal
The Influence of Sustainable Consumption Responsibility, Consumer Ethnocentrism, and Religiosity on the Purchase Likelihood of Local Cosmetic Brands
Pengarang:
Dalila Rahma Gammaerdanta - ; Hapsari Setyowardhani (Pembimbing/Promotor) - ; Lisa Listiana (Penguji) - ; Fenny Rosmanita (Penguji) -
Deskripsi
Peningkatan kesadaran akan nilai keberlanjutan, religiusitas, dan kebanggaan terhadap produk lokal mendorong konsumen Muslim untuk lebih selektif dalam memilih produk, termasuk kosmetik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tanggung jawab konsumsi berkelanjutan, etnosentrisme konsumen, dan religiusitas terhadap kemungkinan membeli merek kosmetik lokal. Selain itu, penelitian ini juga mengeksplorasi peran mediasi citra merek, pengalaman merek, dan kualitas merek dalam hubungan antara tanggung jawab konsumsi berkelanjutan dan kemungkinan membeli.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei online terhadap 301 perempuan Muslim di Indonesia yang berusia 18 tahun ke atas serta memiliki pengalaman membeli atau memperoleh informasi tentang kosmetik lokal dalam enam bulan terakhir. Analisis data dilakukan dengan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) menggunakan SmartPLS 4.0. Hasil menunjukkan bahwa etnosentrisme konsumen dan religiusitas berpengaruh signifikan terhadap kemungkinan membeli merek kosmetik lokal. Sementara itu, tanggung jawab konsumsi berkelanjutan tidak menunjukkan pengaruh langsung, tetapi memengaruhi secara tidak langsung melalui pengalaman merek sebagai mediator penuh. Citra merek dan kualitas merek tidak ditemukan sebagai mediator yang signifikan. Temuan ini menegaskan pentingnya nilai kebangsaan dan keagamaan dalam mendorong preferensi terhadap produk lokal, serta menyoroti adanya kesenjangan antara nilai yang diyakini konsumen dan tindakan pembeliannya dalam konteks konsumsi berkelanjutan.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei online terhadap 301 perempuan Muslim di Indonesia yang berusia 18 tahun ke atas serta memiliki pengalaman membeli atau memperoleh informasi tentang kosmetik lokal dalam enam bulan terakhir. Analisis data dilakukan dengan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) menggunakan SmartPLS 4.0. Hasil menunjukkan bahwa etnosentrisme konsumen dan religiusitas berpengaruh signifikan terhadap kemungkinan membeli merek kosmetik lokal. Sementara itu, tanggung jawab konsumsi berkelanjutan tidak menunjukkan pengaruh langsung, tetapi memengaruhi secara tidak langsung melalui pengalaman merek sebagai mediator penuh. Citra merek dan kualitas merek tidak ditemukan sebagai mediator yang signifikan. Temuan ini menegaskan pentingnya nilai kebangsaan dan keagamaan dalam mendorong preferensi terhadap produk lokal, serta menyoroti adanya kesenjangan antara nilai yang diyakini konsumen dan tindakan pembeliannya dalam konteks konsumsi berkelanjutan.