Skripsi
Aglomerasi Penduduk dan Emisi Karbon: Analisis Provinsi di Indonesia
Population Agglomeration and Carbon Emissions: Evidence from Provincial-Level Analysis in Indonesia
Pengarang:
Hafiyya Asistyanti Hartono - ; Prani Sastiono (Penguji) - ; Milda Irhamni (Penguji) - ; Khoirunnurrofik (Pembimbing/Promotor) -
Deskripsi
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh aglomerasi penduduk terhadap emisi karbon per kapita di Indonesia pada tingkat provinsi selama periode 2010–2023. Aglomerasi penduduk yang diukur melalui kepadatan penduduk, berperan penting dalam menentukan tekanan lingkungan seiring meningkatnya intensitas aktivitas ekonomi, penggunaan energi, dan mobilitas masyarakat di wilayah perkotaan. Studi ini juga meninjau validitas hipotesis Environmental Kuznets Curve (EKC) dalam konteks aglomerasi dan menguji potensi pengaruh heterogenitas berdasarkan tingkat emisi yang dibagi secara kuartil, kepadatan penduduk dalam suatu wilayah, dan pembagian wilayah Kawasan Barat (KBI) dan Kawasan Timur Indonesia (KTI). Menggunakan data panel dari 33 provinsi dan metode estimasi Fixed Effect (FE) serta Instrumental Variables Fixed Effect (IV-FE), hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kepadatan penduduk secara signifikan meningkatkan emisi karbon per kapita. Temuan ini konsisten dalam berbagai spesifikasi model, baik pada seluruh wilayah secara nasional maupun wilayah dengan pembagian emisi kuartil yang lebih tinggi dan wilayah dengan kepadatan penduduk rendah. Namun, efek aglomerasi cenderung tidak signifikan pada provinsi yang sudah sangat padat, mencerminkan adanya kemungkinan titik ambang batas yang sesuai dengan pola EKC berbentuk U terbalik di Indonesia. Implikasi kebijakan dari studi ini menekankan pentingnya pengendalian emisi berbasis wilayah, khususnya dengan mendorong adopsi teknologi ramah lingkungan dan peningkatan efisiensi energi terutama di daerah dengan pertumbuhan aglomerasi yang cepat. Pendekatan spasial dan sektoral perlu diintegrasikan dalam kebijakan transisi energi nasional untuk mencapai target pembangunan rendah karbon yang inklusif dan berkelanjutan.