Tesis
Pengaruh Leader-Member Exchange dan Persepsi Dukungan Organisasional terhadap Kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) di Mediasi oleh Komitmen Organisasional pada Aparatur Sipil Negara Kejaksaan Agung R. I.
The Influence of Leader-Member Exchange (LMX) and Perceived Organizational Support on the Performance of State Civil Apparatus (ASN) is Mediated by Organizational Coomitment at the Attorney General's Office of the Republic of Indonesia
Pengarang:
Lila Agustina - ; Aryana Satrya (Pembimbing/Promotor) - ; Elok Savitri Pusparini (Penguji) - ; Budi Wijaya Soetjipto (Penguji) -
Deskripsi
Kinerja Kejaksaan Agung Republik Indonesia memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan hukum nasional yang profesional dan berintegritas. Salah satu aspek penting dalam meningkatkan kinerja kejaksaan adalah melalui penguatan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten dan berdaya saing. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Leader-Member Exchange (LMX) dan Persepsi Dukungan Organisasional/Perceived Organizational Support terhadap kinerja aparatur Kejaksaan Agung RI, dengan mempertimbangkan peran mediasi komitmen organisasional.
Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data melalui survei terhadap pegawai Kejaksaan Agung RI. Variabel Leader-Member Exchange mengacu pada kualitas hubungan antara pemimpin dan bawahan dalam organisasi, sementara persepsi dukungan organisasional menggambarkan sejauh mana pegawai merasa didukung oleh institusi. Komitmen organisasional sebagai variabel mediasi berperan dalam menjelaskan keterikatan pegawai terhadap organisasi dan bagaimana hal tersebut memengaruhi kinerja individu.
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam merancang kebijakan pengembangan SDM Kejaksaan RI, khususnya dalam meningkatkan profesionalisme aparatur, efektivitas program pelatihan, serta penguatan hubungan kerja antara pimpinan dan bawahan. Implikasi dari penelitian ini dapat menjadi dasar dalam penyusunan strategi peningkatan kompetensi dan akuntabilitas pegawai guna mencapai sistem penegakan hukum yang lebih optimal.
Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data melalui survei terhadap pegawai Kejaksaan Agung RI. Variabel Leader-Member Exchange mengacu pada kualitas hubungan antara pemimpin dan bawahan dalam organisasi, sementara persepsi dukungan organisasional menggambarkan sejauh mana pegawai merasa didukung oleh institusi. Komitmen organisasional sebagai variabel mediasi berperan dalam menjelaskan keterikatan pegawai terhadap organisasi dan bagaimana hal tersebut memengaruhi kinerja individu.
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam merancang kebijakan pengembangan SDM Kejaksaan RI, khususnya dalam meningkatkan profesionalisme aparatur, efektivitas program pelatihan, serta penguatan hubungan kerja antara pimpinan dan bawahan. Implikasi dari penelitian ini dapat menjadi dasar dalam penyusunan strategi peningkatan kompetensi dan akuntabilitas pegawai guna mencapai sistem penegakan hukum yang lebih optimal.