Dampak Pemberhentian Program Restrukturisasi Kredit Covid-19 terhadap Performa Pembayaran Pinjaman UMKM: Pendekatan Logit Model (Studi Kasus Bank ABC)
The Impact of the Termination of the COVID-19 Credit Restructuring Program on MSME Loan Repayment Performance: A Logit Model Approach (Case Study at Bank ABC Bogor, Indonesia)
Pengarang:
Nur Dhani Hendranastiti (Pembimbing/Promotor) - ; Permata Wulandari (Penguji) - ; Rofikoh Rokhim (Penguji) - ; Muhammad Amin Budiman -
Deskripsi
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak dari penghentian program restrukturisasi kredit akibat pandemi COVID-19 terhadap performa pembayaran pinjaman Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Bank ABC Cabang Bogor. Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan metode regresi logistik biner terhadap 544 akun pinjaman UMKM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penghentian program restrukturisasi kredit secara signifikan meningkatkan kemungkinan terjadinya gagal bayar. Selain itu, beberapa faktor lain juga terbukti berpengaruh terhadap penurunan kualitas pinjaman, antara lain usia pinjaman, tingkat pendidikan debitur, kepemilikan agunan, penyimpangan penggunaan dana, dan jarak tempat usaha ke lembaga keuangan. Temuan ini menegaskan bahwa UMKM masih berada dalam posisi yang rentan secara finansial setelah pandemi, dan sangat bergantung pada program bantuan seperti restrukturisasi kredit untuk menjaga kelangsungan usahanya. Oleh karena itu, diperlukan perhatian lanjutan dari lembaga keuangan dan regulator untuk merancang strategi mitigasi risiko kredit yang adaptif terhadap kondisi pascapandemi, khususnya dalam menghadapi potensi lonjakan kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) di sektor UMKM.