Tesis
Menjelajahi Niat Pembelian Kendaraan Listrik di Jakarta: Apa yang Membuat Konsumen Tertarik
Exploring Purchase Intention of Electric Vehicles in Jakarta: What Drives Consumer Interest
Pengarang:
Sapta Aji Yudistira - ; Daniel Tumpal Hamonangan Aruan (Pembimbing/Promotor) - ; Karto Adiwijaya (Penguji) - ; Imam Salehudin (Penguji) -
Deskripsi
Meskipun berbagai insentif fiskal dan kebijakan telah dikeluarkan oleh pemerintah,
tingkat adopsi kendaraan listrik di Jakarta masih relatif rendah. Penelitian ini bertujuan
untuk menjelajahi faktor-faktor yang memengaruhi niat pembelian kendaraan listrik di
Jakarta dengan menggunakan pendekatan Theory of Planned Behavior (TPB). Model
penelitian ini menguji pengaruh subjective norms dan attitude toward purchasing EV,
serta menambahkan dua variabel eksternal, yaitu persepsi terhadap insentif pajak dan
dukungan kebijakan pemerintah. Penelitian ini melibatkan 570 responden dari wilayah
Jabodetabek yang memenuhi kriteria sebagai calon konsumen kendaraan listrik. Data
dianalisis menggunakan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling
(PLS-SEM). Hasil menunjukkan bahwa subjective normsmerupakan faktor yang paling
dominan dalam memengaruhi niat pembelian, diikuti oleh attitude toward purchasing
EV. Sementara itu, persepsi terhadap insentif pajak dan kebijakan pemerintah tidak
berpengaruh secara langsung, tetapi berkontribusi secara tidak langsung dengan
memperkuat sikap positif konsumen terhadap kendaraan listrik. Temuan ini menegaskan
pentingnya pengaruh sosial dalam membentuk niat pembelian, serta perlunya strategi
komunikasi yang menekankan norma sosial dan persepsi manfaat pribadi. Hasil
penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pembuat kebijakan dan pelaku
industri otomotif dalam merancang strategi adopsi kendaraan listrik yang lebih efektif di
Indonesia.
tingkat adopsi kendaraan listrik di Jakarta masih relatif rendah. Penelitian ini bertujuan
untuk menjelajahi faktor-faktor yang memengaruhi niat pembelian kendaraan listrik di
Jakarta dengan menggunakan pendekatan Theory of Planned Behavior (TPB). Model
penelitian ini menguji pengaruh subjective norms dan attitude toward purchasing EV,
serta menambahkan dua variabel eksternal, yaitu persepsi terhadap insentif pajak dan
dukungan kebijakan pemerintah. Penelitian ini melibatkan 570 responden dari wilayah
Jabodetabek yang memenuhi kriteria sebagai calon konsumen kendaraan listrik. Data
dianalisis menggunakan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling
(PLS-SEM). Hasil menunjukkan bahwa subjective normsmerupakan faktor yang paling
dominan dalam memengaruhi niat pembelian, diikuti oleh attitude toward purchasing
EV. Sementara itu, persepsi terhadap insentif pajak dan kebijakan pemerintah tidak
berpengaruh secara langsung, tetapi berkontribusi secara tidak langsung dengan
memperkuat sikap positif konsumen terhadap kendaraan listrik. Temuan ini menegaskan
pentingnya pengaruh sosial dalam membentuk niat pembelian, serta perlunya strategi
komunikasi yang menekankan norma sosial dan persepsi manfaat pribadi. Hasil
penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pembuat kebijakan dan pelaku
industri otomotif dalam merancang strategi adopsi kendaraan listrik yang lebih efektif di
Indonesia.