Tesis
Analisis Preferensi Perusahaan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Instrumen Pendanaan Sukuk dan Obligasi Konvensional Periode 2010-2024
Corporate Sukuk Vs Conventional Bonds: Evidence From Indonesia's Dual Financial System (2010-2024)
Pengarang:
Permata Wulandari (Pembimbing/Promotor) - ; Nur Dhani Hendranastiti (Penguji) - ; Rofikoh Rokhim (Penguji) - ; Irvan Yulian Noor -
Deskripsi
Penelitian ini mengeksplorasi faktor-faktor yang mendorong preferensi perusahaan Indonesia dalam memilih sukuk dibandingkan obligasi konvensional sebagai instrumen pembiayaan jangka panjang di tengah sistem keuangan ganda. Meskipun Indonesia merupakan salah satu penerbit sukuk terbesar di dunia, hanya 25,6% dari total 1.095 penerbitan utang korporasi sepanjang 2010–2024 yang berbentuk sukuk, menunjukkan masih adanya hambatan adopsi yang signifikan. Studi ini mengintegrasikan teori struktur modal konvensional dengan prinsip keuangan syariah dan memvalidasinya secara empiris menggunakan data Indonesia. Dengan menggunakan model regresi logistik biner dua tahap, penelitian ini mengevaluasi pengaruh variabel-variabel spesifik penerbitan, karakteristik perusahaan, struktur kepemilikan, serta peristiwa eksternal terhadap kemungkinan penerbitan sukuk. Temuan menunjukkan bahwa perusahaan dengan peringkat kredit yang lebih rendah, tingkat leverage yang tinggi, serta kepemilikan pemerintah atau institusi yang kuat memiliki kemungkinan lebih besar menerbitkan sukuk. Penerbitan sukuk juga meningkat selama masa pandemi COVID-19. Hasil ini menegaskan relevansi teori agensi dan pecking order dalam konteks sukuk, serta memberikan implikasi praktis bagi regulator dan pelaku pasar dalam mendorong perluasan pasar sukuk di Indonesia.