Skripsi
The Rising Trend of Indonesian Migrant Workers: Nexus Between Remittance and Domestic Investment
Tren Kenaikan Pekerja Migran Indonesia: Keterkaitan antara Remitansi dan Investasi Domestik
Pengarang:
Rayhan Xavier - ; Putu Geniki Lavinia Natih (Penguji) - ; Oskar Vitriano (Penguji) - ; Muhammad Shauqie Azar (Pembimbing/Promotor) -
Deskripsi
Melihat potensi dampak remitansi terhadap investasi domestik, serta tren peningkatan atensi masyarakat Indonesia untuk bekerja di luar negeri, diperlukan evaluasi yang lebih mendalam mengenai hubungan antara remitansi dan investasi domestik di Indonesia. Peran perkembangan sektor keuangan menjadi sangat penting dalam memediasi pengaruh remitansi terhadap investasi; oleh karena itu, studi ini juga menilai pengaruh perkembangan sektor keuangan terhadap hubungan tersebut. Dengan menggunakan teori akselerator investasi fleksibel sebagai landasan teoretis, penelitian ini menerapkan model autoregressive distributed lag (ARDL) untuk mengestimasi efek jangka panjang dan jangka pendek remitansi terhadap investasi domestik, serta menguji peran moderasi perkembangan sektor keuangan dalam periode 1983 hingga 2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa remitansi berpengaruh positif dan signifikan secara statistik terhadap investasi domestik dalam jangka panjang, namun tidak signifikan dalam jangka pendek. Interaksi antara remitansi dan perkembangan sektor keuangan ditemukan negatif dan signifikan baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang, yang mengindikasikan bahwa keterbatasan sektor keuangan dalam menyerap dan mengalokasikan remitansi dapat menghambat dampak potensial remitansi terhadap investasi. Temuan ini konsisten dengan teori akselerator investasi fleksivel dan pandangan Post-Keynesian, yang menekankan pentingnya struktur keuangan dalam membentuk respons investasi makroekonomi. Studi ini memberikan kontribusi terhadap literatur dengan menawarkan perspektif makroekonomi terhadap hubungan remitansi dan investasi domestik, serta mengintegrasikan perkembangan sektor keuangan, yang diukur melalui indeks komposit perkembangan keuangan dari International Monetary Fund, sebagai faktor moderasi.