The Nexus Of Financial Inclusion And Its Relationship With Digital Transformation And Institutional Quality: An Empirical Study Of ASEAN Economies (2011–2022)
Neksus Inklusi Keuangan dan Hubungannya dengan
Transformasi Digital serta Kualitas Institusi: Studi Empiris pada
Ekonomi ASEAN (2011–2022)
Pengarang:
Ariella Sassy Kirana Riefita - ; Ashintya Damayati (Pembimbing/Promotor) - ; Prani Sastiono (Penguji) - ; Chaikal Nuryakin (Penguji) -
Deskripsi
Penelitian ini menganalisis bagaimana teknologi keuangan digital (DFT) dan kualitas institusi (IQ) bersama-sama memengaruhi inklusi keuangan (FI) di sepuluh negara ASEAN pada periode 2011–2022 dengan membangun indeks komposit menggunakan principal component analysis dan mengestimasi regresi panel efek tetap. Hasil menunjukkan bahwa DFT maupun IQ secara individual tidak memiliki efek langsung signifikan pada FI, tetapi interaksi keduanya negatif dan signifikan—mengindikasikan bahwa digitalisasi keuangan mendorong inklusi lebih efektif di negara dengan kualitas institusi lebih rendah, sementara manfaat marginalnya menurun di lingkungan institusi yang lebih kuat. Dari dimensi tata kelola, hanya rule of law yang memiliki kaitan langsung positif dengan FI, namun semua interaksi DFT–indikator tata kelola bersifat signifikan negatif, menegaskan efek substitusi antara digitalisasi dan kekuatan institusi. Temuan ini menyarankan bahwa di konteks kelembagaan lemah, investasi infrastruktur digital dapat cepat meningkatkan inklusi, sementara untuk inklusi jangka panjang yang berkelanjutan diperlukan penguatan rule of law secara bersamaan.