Skripsi
Kemiskinan, Piring dan Popularitas: Ekonomi Memasak Kreatif
Makalah ini meneliti pengaruh keterbatasan ekonomi terhadap inovasi kuliner di Indonesia. Analisis ini menggunakan perspektif ekonomi mikro untuk menyelidiki bagaimana kekurangan pendapatan, infrastruktur, atau akses pangan telah memengaruhi taktik adaptif dalam praktik memasak sehari-hari. Studi kasus mencakup tempe sebagai sumber protein ekonomis, teknik pengawetan dalam masakan Padang, dan gaya warteg sebagai santapan santai perkotaan. Tindakan-tindakan ini dikarakteristikan sebagai reaksi logis terhadap ketimpangan sistemik dan keterbelakangan. Makalah ini juga mengevaluasi program kebijakan pangan dan subsidi pertanian yang ada, dengan menekankan perbedaan antara perencanaan dari atas ke bawah dan realitas di tingkat rumah tangga. Contoh dari Asia Tenggara dan Amerika Latin menunjukkan bagaimana keterbatasan mendorong ekonomi informal dan tradisi kuliner yang bertahan lama. Studi ini berpendapat bahwa inovasi pangan di bawah tekanan menandakan kelangsungan ekonomi dan kemungkinan masa depan untuk pembangunan ekonomi yang makmur.
| Call Number | Location | Available |
|---|---|---|
| S 15988 | PSB lt.2 - Karya Akhir | 1 |
| Penerbit | Depok: Program Studi Kelas Khusus International Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia 2025 |
|---|---|
| Edisi | - |
| Subjek | Scarcity Creative Economy Economic Constraints Creative Cooking Budget Cooking Budget Economy Behavioural Economics |
| ISBN/ISSN | - |
| Klasifikasi | NONE |
| Deskripsi Fisik | ix, 34 p. : il. ; 30 cm. |
| Info Detail Spesifik | Makalah Non Seminar |
| Other Version/Related | Tidak tersedia versi lain |
| Lampiran Berkas | Tidak Ada Data |