Skripsi
Dari Gaza ke Wall Street: Sebuah Event Study terhadap Dampak Konflik Israel-Hamas pada Saham yang Diasosiasikan dengan Gerakan BDS
From Gaza to Wall Street: An Event Study of the Impact of the Israel-Hamas Conflict on Stocks Associated with the BDS Movement
Pengarang:
Kayla Andan Sari - ; Zaafri Ananto Husodo (Pembimbing/Promotor) - ; Nur Dhani Hendranastiti (Penguji) - ; Rofikoh Rokhim (Penguji) -
Deskripsi
Studi ini menganalisis reaksi pasar jangka pendek terhadap lima peristiwa geopolitik utama selama konflik Israel–Hamas, dengan fokus pada perusahaan-perusahaan yang terdaftar di Amerika Serikat dan menjadi target kampanye BDS. Menggunakan metode event study, abnormal return (AR, CAR, AAR, CAAR) dianalisis menggunakan model CAPM, Fama-French 3-Factor, dan 5-Factor. Hasil menunjukkan bahwa respons pasar bersifat selektif dan dipengaruhi oleh tekanan reputasi. Event pertama (serangan Hamas) berdampak signifikan dan konsisten terhadap Sabra (PepsiCo) dan Chevron, sementara event kedua (gencatan senjata) menunjukkan dampak yang terbatas. Event ketiga (gugatan genosida di ICJ) memicu respons yang tertunda terhadap saham-saham seperti HPE, Intel dan Re/Max. Event keempat (perintah darurat ICJ) menunjukkan reaksi yang lebih tertunda dan terbatas, dengan sejumlah perusahaan besar seperti Airbnb, Disney, Google, Intel, McDonald’s, dan Expedia terdampak secara konsisten. Efek yang lebih luas dan langsung terlihat pada event kelima (serangan Rafah), dengan delapan perusahaan yang terdampak secara konsisten, termasuk Airbnb, Disney, Expedia, HP, Papa John’s, Burger King, Re/Max, dan WiX. Model CAPM menangkap reaksi pasar yang lebih luas, sementara model Fama-French cenderung lebih konservatif. Temuan ini menegaskan bahwa tekanan reputasi dan sorotan media semakin berperan dalam membentuk perilaku investor. Reaksi pasar tidak selalu terjadi secara langsung, melainkan berkembang secara bertahap, sejalan dengan teori efisiensi pasar bentuk semi-kuat (Fama, 1970) dan teori behavioral finance (Shiller, 2003).