Pengaruh Keberagaman Gender pada Direksi terhadap Penghindaran Pajak dengan Kinerja Environmental, Social dan Governance (ESG) sebagai Variabel Moderasi
The Effect of Gender Diversity in the Board of Directors on Tax Avoidance with Environmental, Social, and Governance (ESG) Performance as a Moderating Variable
Pengarang:
Vina Maulina - ; Siti Nuryanah (Pembimbing/Promotor) - ; Dahlia Sari (Penguji) - ; Dwi Hartanti (Penguji) -
Deskripsi
Penghindaran pajak semakin menjadi perhatian dalam literatur terbaru karena karena dalam operasi bisnis perusahaan, salah satu dari banyak upaya yang dilakukan untuk meningkatkan profitabilitas perusahaan adalah dengan mengurangi beban pajak. Strategi penghindaran pajak dianggap sebagai dorongan bagi perusahaan untuk mengurangi beban pajaknya dan dalam konteks Indonesia pajak merupakan pendapatan terbesar negara. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Board Gender Diversity (BGD) terhadap penghindaran pajak. Penelitian ini juga menguji peran dari Environmental, Social dan Governance (ESG) sebagai moderasi dari hubungan BGD dan penghindaran pajak. Berbeda dari penelitian sebelumnya yang hanya menguji peran BGD terhadap penghindaran pajak, penelitian ini juga menguji efek moderasi dari masing-masing pilar ESG. Dengan menggunakan data perusahaan publik yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dan memiliki skor ESG lengkap dari tahun 2017-2021, hasil penelitian ini menemukan bahwa BGD tidak berpengaruh terhadap penghindaran pajak di Indonesia. Kinerja ESG secara keseluruhan berpengaruh signifikan terhadap penghindaran pajak. Penelitian ini juga tidak dapat menemukan hubungan efek moderasi BGD dan penghindaran pajak. Namun, jika dilihat dari masing-masing pilar ESG, pilar environmental berpengaruh terhadap penghindaran pajak dan memoderasi secara positif hubungan BGD dan penghindaran pajak di Indonesia. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan ilmu akuntansi yang terkait dengan pengaruh dari keragaman gender pada board terhadap perubahan perilaku perpajakan perusahaan serta kaitannya dengan ESG, karena faktanya sangat sedikit penelitian yang meneliti hubungan antara konsep-konsep tersebut dalam konteks Asia, terlebih Indonesia.