Tesis
Analisis Determinan Individual dan Situasional terhadap Intensi Pelaporan Pelanggaran (Studi Kasus pada Instansi Sektor Publik)
Whistleblowing: Individual and Organizational Determinants of the Intention to Report Wrongdoing in Public Sector
Pengarang:
Devies Citrasari Budiutami - ; Ayu Aprilianti (Pembimbing/Promotor) - ; Elok Savitri Pusparini (Penguji) - ; Mohammad Mustaqim (Penguji) -
Deskripsi
Whistleblowing diyakini memiliki peran penting dalam mengontrol terjadinya pelanggaran di tempat kerja. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui peran faktor situasional seperti ethics training, perceived ethical leadership dan perceived ethical climate serta faktor individual seperti moral courage terhadap whistleblowing intention di salah satu lembaga sektor publik. Hasil analisis 239 sampel yang diambil dari pegawai Lembaga Negara Lima Citra menunjukkan bahwa ethics training berpengaruh negatif signifikan sedangkan perceived ethical leadership berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap whistleblowing intention. Ethics training dan perceived ethical leadership ditemukan berpengaruh positif secara signifikan terhadap perceived ethical climate, sedangkan perceived ethical climate berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap whistleblowing intention. Efek mediasi perceived ethical climate pada hubungan antara ethics training dan perceived ethical climate dengan whistleblowing intention tidak terbukti begitu juga dengan efek moderasi moral courage terhadap hubungan antara perceived ethical climate dan whistleblowing intention. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan pada peningkatan sistem whistleblowing di lembaga pemerintah.