Disertasi
The Effectiveness of Government Institution Ecosystem Orchestration: The Impact of Corporate Citizenship on Government Institutional Performance: A Study of the Hajj Financial Ecosystem
Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki gap penelitian antara Corporate Citizenship dengan kinerja institusi pemerintah dengan kondisi institusi pemerintah tersebut tidak beroperasi sebagai korporasi melainkan sebagai orkestrator ekosistem. Penelitian ini dilakukan terhadap ekosistem keuangan Haji dengan focal organization-nya adalah Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). BPKH ini sendiri dibentuk oleh Pemerintah Indonesia untuk mengelola dana setoran jamaah Haji lalu mengembangkannya hingga menjadi “Nilai Manfaat” yang kemudian digunakan untuk membiayai sebagian dari ongkos Haji yang disebut dengan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH). Sebagaimana diketahui, bahwa terdapat 2 (dua) lembaga lain di dunia yang juga merupakan pengelola keuangan Haji di dunia diantaranya adalah Lembaga Tabung Haji (LTH) di Malaysia dan Tabung Amanah Islam Brunei (TAIB) di Brunei Darussalam, namun baik LTH maupun TAIB bergerak layaknya korporasi.
Sehubungan BPKH bukan merupakan korporasi, melainkan sebuah lembaga pemerintah yang bergerak secara nirlaba, maka BPKH beroperasi dengan melakukan orkestrasi terhadap anggota ekosistemnya yang meliputi Bank Syariah, Manajer Investasi dan Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqoh, sehingga total sampel dalam penelitian ini berjumlah 81 unit analisis. Apabila penelitian-penelitian sebelumnya banyak dilakukan terhadap korporasi swasta, maka penelitian ini dilakukan untuk melihat hubungan Corporate Citizenship pada ekosistem yang diorkestrasi oleh sebuah institusi pemerintah sehingga terdapat gap dari penelitian-penelitian terdahulu yaitu link antara Corporate Citizenship dengan kinerja dari institusi yang beroperasi dengan orkestrasi ekosistem yang diorkestrasi oleh sebuah focal organization berupa institusi pemerinah yang bersifat nirlaba dengan anggota ekosistemnya adalah sektor swasta yang berorientasi laba. Dengan demikian, untuk menutupi gap tersebut maka dalam model penelitian ini diantara konsep Corporate Citizenship dan kinerja institusi pemerintah ditambahkan model orkestrasi jaringan yang ditawarkan oleh Dhanaraj dan Parkhe (2006). Model ini dipilih karena dapat digunakan baik oleh organisasi yang profit-oriented maupun nirlaba karena tujuan akhirnya adalah menghasilkan “solusi” atas permasalahan tertentu yang disebut dengan innovation value proposition. Model Dhanaraj dan Parkhe (2006) memiliki 3 antecedent yaitu penyebaran pengetahuan (knowledge mobility), manajemen kesesuaian inovasi (managing innovation appropriability) dan stabilitas jaringan (network stability).
Pengolahan data menggunakan metode CB-SEM menghasilkan bukti empiris bahwa Corporate Citizenship terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap ketiga antecedent model Dhanaraj dan Parkhe (2006) yaitu knowledge mobility (AC), managing innovation appropriability (MIA) dan innovation value proposition (IVP). Ketiga antecedent tersebut apabila mengacu pada penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Hurmelinna-Laukkanen, et al (2012) memiliki hubungan positif terhadap innovation value proposition. Namun dalam penelitian ini managing innovation appropriability (MIA) yang merupakan sebuah aktivitas untuk “stimulasi” adanya inovasi di dalam anggota ekosistem terbukti tidak berpengaruh terhadap kemampuan menghasilkan “solusi” atau innovation value proposition. Tidak signifikannya hubungan tersebut antara lain disebabkan dalam konteks lingkungan institusi pemerintah di Indonesia masih terdapat persepsi bahwa inovasi membawa risiko yang berdampak pada tuduhan melakukan perbuatan melawan hukum manakala dikaitkan dengan adanya kerugian negara. Selanjutnya, hasil penelitan ini juga menunjukkan bahwa innovation value proposition memiliki hubungan yang positif dan signifikan terhadap kinerja institusi pemerintah.
Penelitian ini pada akhirnya menghasilkan kesimpulan bahwa untuk mengelola keuangan Haji, negara dapat membentuk ekosistem yang dikelola oleh sebuah institusi pemerintah sebagai organisasi focal-nya, tanpa perlu membentuk sebuah korporasi khusus sebagaimana layaknya Lembaga Tabung Haji (LTH) di Malaysia dan Tabung Amanah Islam Brunei (TAIB) di Brunei Darussalam. Contoh penerapan pengelolaan keuangan Haji seperti yang dilakukan oleh Indonesia dengan membentuk Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dapat berjalan efektif dengan cara mengorkestrasi perusahaan-perusahaan yang merupakan anggota ekosistemnya melalui penerapan konsep Corporate Citizenship. Penerapan konsep Corporate Citizenship inilah yang kemudian mendorong adanya “kesamaan tujuan” yaitu untuk berkontribusi kepada negara melayani warga negaranya yang beragama Islam agar dapat menunaikan ibadah Haji, yang juga merupakan kewajiban bagi umat Islam yang mampu. Kesamaan tujuan tersebut yang kemudian mendorong adanya keinginan untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapi dalam bentuk inovasi dan menstimulasi adanya keinginan berbagi pengetahuan sehingga semua anggota ekosistem memiliki tingkat pengetahuan yang sama. Tingkat pengetahuan yang sama tersebut menjadi modal bagi pelaku ekosistem perhajian untuk berkembang ke standar yang sama sehingga dorongan untuk penerapan konsep Corporate Citizenship tidak hanya bermanfaat bagi jamaah Haji yang menjadi stakeholders ekosistem perhajian tetapi juga bermanfaat bagi perusahaan, lembaga dan anggota ekosistem perhajian itu sendiri untuk sama-sama berkembang.
Hal yang perlu diperhatikan adalah melalui model ini institusi pemerintah yang menjadi focal organization perlu memastikan terjadinya penyebaran pengetahuan diantara anggota ekosistemnya supaya masalah-masalah yang dihadapi untuk melayani stakeholders dapat dijalankan oleh seluruh anggota ekosistemnya secara maksimal dan merata. Melalui model ini, maka pengelolaan keuangan Haji yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia dengan mendirikan BPKH tidak saja bermanfaat dalam melayani stakeholders-nya yaitu jamaah Haji, tetapi juga nyata bermanfaat dalam meningkatkan kualitas dan mutu dari anggota-anggota ekosistemnya.
| Call Number | Location | Available |
|---|---|---|
| D 626 | PSB lt.2 - Karya Akhir | 1 |
| Penerbit | Depok: Program Pascasarjana Ilmu Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia 2025 |
|---|---|
| Edisi | - |
| Subjek | Performance Innovation Corporate citizenship Orchestration |
| ISBN/ISSN | - |
| Klasifikasi | NONE |
| Deskripsi Fisik | xxiv, 186 p. : il. ; 30 cm. |
| Info Detail Spesifik | Disertasi |
| Other Version/Related | Tidak tersedia versi lain |
| Lampiran Berkas | Tidak Ada Data |