Tesis
Evaluasi Pengungkapan Aspek Sosial Sustainable Development Goals (SDGs) dalam Laporan Keberlanjutan Perbankan Syariah Tahun 2021-2023: Pengungkapan Simbolik dan Pengungkapan Substantif
Evaluation of Social Aspect Disclosures of the Sustainable Development Goals (SDGs) in the Sustainability Reports of Islamic Banks for the Years 2021-2023: Symbolic and Substantive Disclosures
Pengarang:
Muhammad Yusuf Fadhillah - ; Elvia R. Shauki (Pembimbing/Promotor) - ; Widya Perwitasari (Penguji) - ; Lufti Julian (Penguji) -
Deskripsi
Penelitian ini melakukan evaluasi praktik pengungkapan aspek sosial dalam laporan keberlanjutan 5 (lima) Bank Syariah di Indonesia yakni Bank BSI, Bank BMI, Bank BTPS, Bank BAS, dan Bank PDSB dalam periode 2021–2023 dengan menggunakan indikator GRI 401–419 yang selaras dengan pilar sosial Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 4, 5, 10, 11, 16, dan 17. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan kombinasi analisis konten, tematik, dan konstan komparatif. Fitur text search pada NVivo 15 digunakan untuk mengukur intensitas pengungkapan melalui percentage coverage, sedangkan analisis indexing dilakukan berdasarkan lima kriteria substantif: kuantitatif, tindakan nyata, spesifik, konsistensi, serta transparansi dan verifikasi. Hasil menunjukkan bahwa BSI dan BTPS memiliki percentage coverage tertinggi (masing-masing 0,58% dan 0,29%), namun proporsi pengungkapan substantifnya lebih rendah (52–57% dan 45–50%). BMI mencatat percentage coverage yang lebih rendah (0,26%), namun dengan kualitas pengungkapan substantif tertinggi (60–80%), narasinya didukung oleh bukti yang kuat (valid & strong evidence). BAS dan PDSB konsisten menunjukkan nilai rendah pada kedua metode, Narasi yang diungkapkan oleh BAS dan PDSB tidak didukung oleh bukti yang kuat (valid & strong evidence), hal ini menunjukan indikasikan bahwa pengungkapan bersifat simbolik. Dari perspektif accountability theory, BMI, BSI dan BTPS secara konsisten menunjukkan karakteristik genuine accountability melalui pengungkapan yang didukung oleh valid & strong evidence. Sebaliknya, BAS dan PDSB menunjukan karakterisitik self-enlightened interest dan lebih dominan menunjukkan pola pengungkapan simbolik, di mana narasi yang disampaikan masih bersifat normatif, minim data, dan belum menunjukkan keterlibatan nyata terhadap isu sosial.