Logo

Pusat Sumber Belajar FEB UI

  • FAQ
  • Berita
  • Rooms
  • Bantuan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Inggris Bahasa Indonesia
  • Search
  • Google
  • Advanced Search
*sometimes there will be ads at the top, just scroll down to the results of this web
Evaluasi Pengungkapan Aspek Sosial Sustainable Development Goals (SDGs) dalam La...
Muhammad Yusuf Fadhillah - , Elvia R. Shauki (Pemb...
Magister Akuntansi Fakultas Ekonomi dan ... (2025)
T 474/25
Tesis
PSB lt.2 - Karya Akhir
Request Access

Tesis

Evaluasi Pengungkapan Aspek Sosial Sustainable Development Goals (SDGs) dalam Laporan Keberlanjutan Perbankan Syariah Tahun 2021-2023: Pengungkapan Simbolik dan Pengungkapan Substantif

Evaluation of Social Aspect Disclosures of the Sustainable Development Goals (SDGs) in the Sustainability Reports of Islamic Banks for the Years 2021-2023: Symbolic and Substantive Disclosures

Muhammad Yusuf Fadhillah -; Elvia R. Shauki (Pembimbing/Promotor) -; Widya Perwitasari (Penguji) -; Lufti Julian (Penguji) -

Penelitian ini melakukan evaluasi praktik pengungkapan aspek sosial dalam laporan keberlanjutan 5 (lima) Bank Syariah di Indonesia yakni Bank BSI, Bank BMI, Bank BTPS, Bank BAS, dan Bank PDSB dalam periode 2021–2023 dengan menggunakan indikator GRI 401–419 yang selaras dengan pilar sosial Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 4, 5, 10, 11, 16, dan 17. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan kombinasi analisis konten, tematik, dan konstan komparatif. Fitur text search pada NVivo 15 digunakan untuk mengukur intensitas pengungkapan melalui percentage coverage, sedangkan analisis indexing dilakukan berdasarkan lima kriteria substantif: kuantitatif, tindakan nyata, spesifik, konsistensi, serta transparansi dan verifikasi. Hasil menunjukkan bahwa BSI dan BTPS memiliki percentage coverage tertinggi (masing-masing 0,58% dan 0,29%), namun proporsi pengungkapan substantifnya lebih rendah (52–57% dan 45–50%). BMI mencatat percentage coverage yang lebih rendah (0,26%), namun dengan kualitas pengungkapan substantif tertinggi (60–80%), narasinya didukung oleh bukti yang kuat (valid & strong evidence). BAS dan PDSB konsisten menunjukkan nilai rendah pada kedua metode, Narasi yang diungkapkan oleh BAS dan PDSB tidak didukung oleh bukti yang kuat (valid & strong evidence), hal ini menunjukan indikasikan bahwa pengungkapan bersifat simbolik. Dari perspektif accountability theory, BMI, BSI dan BTPS secara konsisten menunjukkan karakteristik genuine accountability melalui pengungkapan yang didukung oleh valid & strong evidence. Sebaliknya, BAS dan PDSB menunjukan karakterisitik self-enlightened interest dan lebih dominan menunjukkan pola pengungkapan simbolik, di mana narasi yang disampaikan masih bersifat normatif, minim data, dan belum menunjukkan keterlibatan nyata terhadap isu sosial.


Ketersediaan

Call NumberLocationAvailable
T 474/25PSB lt.2 - Karya Akhir1
PenerbitJakarta: Program Studi Magister Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia 2025
Edisi-
SubjekIslamic banks
Sustainability reporting
Accountability Theory
GRI 401-419
social pillar SDGs
Substantive disclosure
Symbolic disclosure
ISBN/ISSN-
KlasifikasiNONE
Deskripsi Fisikxii, 82 p. : ill. ; 30 cm.
Info Detail SpesifikTesis
Other Version/RelatedTidak tersedia versi lain
Lampiran BerkasTidak Ada Data

Pencarian Spesifik
-
Where do you want to share?