Tesis
Analisis Model Tiga Lini dalam Manajemen Risiko PBJ Dana Desa Studi Kasus di Salah Satu Desa Provinsi Klimantan Timur
Analysis of the Three Lines Model in Risk Management of Village Fund Procurement: A Case Study in a Village in East Kalimantan
Pengarang:
Bio Audi Hanantio - ; Chaerul D. Djakman (Pembimbing/Promotor) - ; Fitriany (Penguji) - ; Dodik Siswantoro (Penguji) -
Deskripsi
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Model Tiga Lini dalam manajemen risiko pada proses Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) yang didanai oleh Dana Desa di Desa XYZ, Provinsi Kalimantan Timur. Model ini digunakan untuk menilai peran masing-masing lini (pelaksana, pengawas internal, dan auditor independen) dalam mengelola risiko PBJ, dengan acuan utama Peraturan Badan X Nomor 4 Tahun 2021 tentang Manajemen Risiko di Instansi Pemerintah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus dan teknik triangulasi melalui telaah dokumen serta wawancara mendalam terhadap pihak-pihak terkait di desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Model Tiga Lini belum optimal. Lini Pertama hanya menjalankan tugas administratif tanpa identifikasi dan dokumentasi risiko yang sistematis. Lini Kedua belum menjalankan fungsi monitoring dan pengendalian risiko secara memadai karena keterbatasan pedoman dan kapasitas teknis. Lini Ketiga belum melakukan pengawasan berbasis risiko, dan reviu yang dilakukan bersifat umum tanpa mempertimbangkan profil risiko PBJ. Permasalahan tersebut utamanya disebabkan oleh belum adanya sistem manajemen risiko formal, minimnya pemahaman pelaksana terhadap konsep risiko, serta ketiadaan dokumen pendukung seperti risk register dan SOP. Penelitian ini menyarankan agar pemerintah desa menyusun kebijakan manajemen risiko berbasis Model Tiga Lini, meningkatkan kapasitas SDM melalui pelatihan, dan mendorong peran aktif Inspektorat dalam pengawasan berbasis risiko. Selain itu, penelitian ini berhasil mengidentifikasi sepuluh risiko prioritas yang dapat dijadikan dasar penyusunan profil risiko PBJ pada tahun anggaran berikutnya.