Tesis
Evaluasi Respon Akuntan Publik (AP) dan Kantor Akuntan Publik (KAP) terhadap Perbedaan Toleransi Risiko dalam Penerimaan Klien
Evaluation of Public Accountants (PA) and Public Accounting Firm's (PAF) Responses to Differences in Risk Tolerance in Client Acceptance
Pengarang:
Patrick Peterson Panggabean - ; Aria Farah Mita (Pembimbing/Promotor) - ; Fitriany (Penguji) - ; Yan Rahardian (Penguji) -
Deskripsi
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi respon yang Akuntan Publik (AP) dan Kantor Akuntan Publik (KAP) terhadap perbedaan toleransi risiko yang terjadi dalam penerimaan klien. Pengukuran toleransi risiko menggunakan pendekatan propensity measure berdasarkan kuesioner yang dikembangkan oleh Grable dan Lytton (1999,2003), yang telah dilengkapi dengan bobot skor untuk menilai tingkat toleransi risiko secara kuantitatif. Besaran toleransi risiko yang diperoleh akan dibandingkan dengan toleransi risiko KAP untuk mengetahui adanya perbedaan toleransi risiko, khususnya jika terdapat AP yang memiliki toleransi lebih besar dari KAP. Berdasarkan hasil tersebut, penelitian dilanjutkan dengan melakukan wawancara dan observasi kepada masing – masing AP dan KAP dengan menggunakan Standar Audit No 220 tentang Pengendalian Mutu Untuk Audit Atas Laporan Keuangan untuk AP dan Standar Pengendalian Mutu No.1 tentang Pengendalian Mutu bagi Kantor Akuntan Publik untuk mengevaluasi respon dari KAP. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan besaran toleransi risiko antara AP dan KAP yang beberapa diantaranya menunjukkan toleransi risiko yang dimiliki AP lebih besar dari KAP. Sesuai wawancara, AP berpendapat perbedaan ini disebabkan oleh perbedaan pemahaman, pertimbangan profesional, dan sudut pandang antara AP dan kebijakan institusional KAP. AP mempertimbangkan faktor-faktor seperti integritas manajemen, kesesuaian industri dengan pengalaman, serta ketersediaan sumber daya dalam proses penerimaan klien. Dalam menghadapi risiko klien, AP melakukan penyesuaian strategi audit, termasuk pengaturan waktu, sumber daya, dan penggunaan tenaga ahli atau pengendali mutu dalam perikatan. dalam menghadapi perbedaan toleransi risiko dalam penerimaan klien. Di sisi lain, KAP menyadari bahwa perbedaan tingkat toleransi risiko dapat terjadi. KAP telah menetapkan kebijakan serta prosedur penerimaan klien yang berpedoman pada standar profesi dan kebijakan global. Untuk klien dengan profil risiko tinggi, KAP memiliki pendekatan yang berbeda dan menerapkan prosedur mitigasi risiko secara berlapis, termasuk prosedur tinjauan oleh pihak global, jika diperlukan. Prosedur ini dirancang untuk memastikan bahwa proses penerimaan klien tetap berada dalam kebijakan KAP dan kepatuhan terhadap standar yang berlaku, serta meminimalisir potensi risiko di masa yang akan datang.