Tesis
Desain Penerapan Fraud Risk Assessment untuk Merancang Strategi Anti Fraud dalam Proses Penyaluran Bantuan Pemerintah
Design of Fraud Risk Assessment Implementation to Develop an Anti-Fraud Strategy in the Government Assistance Distribution Process
Pengarang:
Rizal Shobirin - ; Lufti Yulian (Pembimbing/Promotor) - ; Widya Perwitasari (Penguji) - ; Elvia Rosantina Shauki (Penguji) -
Deskripsi
Potensi terjadinya fraud dalam penyaluran bantuan pemerintah khususnya bantuan operasional masih cukup tinggi. Lembaga Penyalur XYZ merupakan salah satu instansi yang melakukan penyaluran bantuan pemerintah. Oleh karena itu, dengan mempertimbangkan potensi risiko yang mungkin timbul, sangat penting untuk mengupayakan langkah-langkah konkret untuk mencegah terjadinya fraud dalam penyaluran bantuan pemerintah. Langkah pencegahan yang perlu dilakukan adalah mengidentifikasi, menganalisis, mengevaluasi, dan menetapkan respons yang sesuai terhadap berbagai skenario risiko fraud yang mungkin terjadi dengan menerapkan fraud risk assessment (FRA). Penelitian ini bermaksud untuk melakukan FRA dalam proses penyaluran bantuan pemerintah oleh Lembaga Penyalur XYZ. Penelitian dilakukan secara kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui analisis dokumen, kuesioner, dan wawancara. Berdasarkan hasil FRA, peneliti mengidentifikasi tujuh skenario risiko fraud terkait proses penyaluran bantuan pemerintah oleh Lembaga Penyalur XYZ yang terdiri dari tiga skema yaitu corruption, asset misappropriation, dan financial statement fraud (FSF). Setelah mempertimbangkan selera risiko organisasi, terdapat dua skenario risiko fraud dengan level sangat tinggi, satu skenario risiko fraud dengan level sedang, tiga skenario risiko fraud dengan level rendah, dan satu skenario risiko fraud dengan level sangat rendah. Skenario risiko fraud yang perlu diprioritaskan organisasi karena berada di atas selera risiko organisasi meliputi skema FSF dengan level risiko sangat tinggi berupa berkas pencairan dana bantuan tidak lengkap dan tidak benar lolos tahap verifikasi dan pembuatan laporan fiktif/manipulasi bukti serta skema corruption dengan level risiko sedang berupa penerima dana bantuan tidak sesuai kriteria dan tidak tepat sasaran. Strategi anti fraud yang perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya risiko fraud dalam proses penyaluran bantuan pemerintah oleh Lembaga Penyalur XYZ meliputi aspek pencegahan, pendeteksian, dan respons serta mengoptimalkan masing-masing peran dalam Model Tiga Lini.