Tesis
Perancangan Modul Perhitungan Alokasi Biaya Operasional Proyek pada Sistem Informasi Manajemen Proyek untuk Meningkatkan Pengendalian Belanja Modal di PT G
Design of a Project Overhead Cost Allocation Calculation Module within a Project Information Management System to Improve Capital Expenditure Control at PT G
Pengarang:
Ide Dia Selly - ; Machmudin Eka Prasetya (Pembimbing/Promotor) - ; Tubagus Muhamad Yusuf Khudri (Penguji) - ; Siti Nurwahyuningsih Harahap (Penguji) -
Deskripsi
Pengendalian belanja modal yang efektif dalam investasi aset tetap contohnya proyek infrastruktur gas alam, penting untuk menjamin kelayakan investasi. Salah satu komponen belanja modal adalah biaya operasional proyek (BOP), yaitu pengeluaran yang tidak dapat langsung dikaitkan dengan produk atau layanan tertentu, dan cenderung meningkat seiring dengan perkembangan proyek. Jika tidak dikelola dengan baik, maka biaya ini dapat berdampak pada total nilai investasi. Penelitian ini menyoroti tantangan dalam pengelolaan alokasi BOP di PT G, sebuah perusahaan energi nasional yang bergerak dibidang transmisi dan distribusi gas. Sistem SAP ERP yang digunakan PT G hanya mendukung alokasi biaya secara proporsional kepada proyek tanpa menyediakan metode perhitungan terintegrasi. Akibatnya, perhitungan porsi alokasi BOP dilakukan secara manual dan terpisah dari sistem menggunakan spreadsheet, yang rentan terhadap human error, inkonsistensi hasil perhitungan antar pengguna, dan risiko overbudget. Sebagai alternatif solusi, penelitian ini merancang modul perhitungan alokasi BOP yang terintegrasi dengan data kemajuan progress proyek dalam sistem informasi manajemen proyek berbasis web milik PT G. Modul ini memanfaatkan data progres proyek secara real-time untuk mendukung perhitungan alokasi yang lebih akurat dan dinamis. Rancangan modul menggunakan pendekatan Object-Oriented Analysis and Design (OOAD), memastikan dokumentasi desain yang terstruktur untuk dikembangkan pada masa depan. Modul ini mengurangi ketergantungan pada proses manual, meningkatkan keandalan distribusi biaya, dan memastikan alokasi biaya operasional proyek mencerminkan kondisi proyek secara aktual. Dengan demikian, pengembangan modul ini dapat berkontribusi memperkuat pengendalian belanja modal dan mendukung manajemen keuangan proyek infrastruktur yang lebih efektif.