Tesis
Evaluasi Penerapan Pendekatan Audit Jarak Jauh sebagai Respon Dampak Pandemi Covid-19 (Studi kasus pada: Inspektorat Jenderal Kementerian Kesehatan RI
Evaluation of the Implementation of the Remote Audit Approach as a Response to the Impact of the Covid-19 Pandemic (Case Study at the Inspectorate General of the Indonesian Ministry of Health)
Pengarang:
Fifit Awaliah - ; Dwi Setiawan (Pembimbing/Promotor) - ; Ratna Wardhani (Penguji) - ; Dodik Siswantoro (Penguji) -
Deskripsi
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan pendekatan audit jarak jauh sebagai respon dampak pandemi covid-19 pada Inspektorat JenderalKemenkes RI. Pada masa pandemi covid-19 memberikan dampak hampir pada seluruh sektor, termasuk Inspektorat Jenderal Kemenkes sehingga menggunakan pendekatan audit jarak jauh dijadikan sebagai solusi alternatif di tengah berlakunya pembatasan sosial dan perjalanan. Selain itu metode ini juga merupakan hal baru, dimana sebelumnya proses audit dilaksanakan secara tatap muka kemudian diganti dengan menggunakan bantuan teknologi informasi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan alat yang digunakan untuk analisis adalah kerangka kerja pengawasan internal jarak jauh yang berasal dari Itjen Kemenkeu dan ISO 9001 Auditing Practice Group Guidance on Remote audit. Sumber data berasal dari wawancara dengan Pejabat dan Auditor di lingkungan Inspektorat sebanyak 6 (enam) orang yang
terdiri dari Sekretaris Inspektorat Jenderal, Auditor Madya, 2 (dua) orang Auditor Muda dan 2 (dua) orang Auditor Pertama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan audit jarak jauh pada Inspektorat masih banyak keterbatasan dan perlu adanya perbaikan-perbaikan yaitu dalam hal penerapan teknologi informasi dan pengembangan proses analitik data dalam pelaksanaannya dan memperhatikan risiko dalam pelaksanaan audit jarak jauh. Serta ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam penerapan pendekatan audit jarak jauh, yaitu kesiapan sumber daya manusia, teknologi informasi yang memadai, anggaran yang tersedia, serta kompensasi yang dapat diberikan untuk auditor dan masih perlu perbaikan yaitu dukungan kebijakan berupa prosedur dan pedoman pelaksanaan pendekatan audit jarak jauh yang masih belum ada sampai dengan penelitian ini selesai dilaksanakan karena pendekatan audit jarak jauh ini dapat dijadikan alterntatif dalam pelaksanaan audit meskipun bukan dalam kondisi pandemi.
terdiri dari Sekretaris Inspektorat Jenderal, Auditor Madya, 2 (dua) orang Auditor Muda dan 2 (dua) orang Auditor Pertama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan audit jarak jauh pada Inspektorat masih banyak keterbatasan dan perlu adanya perbaikan-perbaikan yaitu dalam hal penerapan teknologi informasi dan pengembangan proses analitik data dalam pelaksanaannya dan memperhatikan risiko dalam pelaksanaan audit jarak jauh. Serta ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam penerapan pendekatan audit jarak jauh, yaitu kesiapan sumber daya manusia, teknologi informasi yang memadai, anggaran yang tersedia, serta kompensasi yang dapat diberikan untuk auditor dan masih perlu perbaikan yaitu dukungan kebijakan berupa prosedur dan pedoman pelaksanaan pendekatan audit jarak jauh yang masih belum ada sampai dengan penelitian ini selesai dilaksanakan karena pendekatan audit jarak jauh ini dapat dijadikan alterntatif dalam pelaksanaan audit meskipun bukan dalam kondisi pandemi.