Peran Stimulus Pemerintah dalam Memoderasi Ketahanan Bank di Masa Krisis (Studi Penyaluran Kredit UMKM Dan Pengeloaan Risiko Kredit Pada Bank Umum di Indonesia Pada Masa Pandemi Covid-19)
The Role of Government Stimulus in Moderating Bank Resilience during Crisis (Study of MSME Loan and Credit Risk Management at Commercial Banks in Indonesia During the Covid-19 Pandemic)
Pengarang:
Heru Cahyono - ; Dwi Nastiti Danarsari (Pembimbing/Promotor) - ; Dony Abdul Chalid (Penguji) - ; Permata Wulandari (Penguji) -
Deskripsi
Studi ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana pandemi COVID-19 memengaruhi ketahanan bank, khususnya terkait pertumbuhan kredit UMKM dan non-performing loan (NPL) UMKM dan menganalisis peran stimulus pemerintah dalam memoderasi dampak pandemi COVID-19 terhadap ketahanan bank. Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif bersifat eksplanatori dengan metode Generalized Least Squares (GLS) pada data panel dari 73 bank umum konvensional di Indonesia, yang diamati setiap triwulan selama periode 2020–2023. Analisis moderasi menggunakan uji beda rata-rata antara pertumbuhan kredit UMKM bank stimulus dan non-stimulus, dan analisis deskriptif perbandingan rata-rata NPL UMKM bank stimulus dan non-stimulus. Hasil temuan mengungkapkan bahwa secara empiris kasus kematian COVID-19 secara signifikan menurunkan pertumbuhan kredit UMKM dan meningkatkan NPL UMKM. Meskipun demikian, stimulus pemerintah melalui restrukturisasi kredit secara efektif mampu memitigasi dampak buruk tersebut, sementara program penempatan dana pemerintah pada bank menunjukkan pengaruh yang terbatas dan tertunda terhadap pertumbuhan kredit UMKM selama pandemi. Temuan ini konsisten dengan studi Demirgüç-Kunt et al. (2021) dan Hasan et al. (2023), bahwa restrukturisasi kredit dan intervensi fiskal mengurangi risiko kredit jangka pendek dan mendukung stabilitas perbankan, serta menguatkan argumen Ari et al. (2021) dan Borio (2021) bahwa suntikan likuiditas saja tidak cukup untuk merangsang ekspansi kredit tanpa perbaikan permintaan dan persepsi risiko.