Tesis
Pengaruh Country-of-Origin Image, Perceived Brand Prestige dan Perceived Product Quality terhadap Purchase Intention pada Konsumen Produk Perawatan Kulit Wajah Korea di Indonesia dengan Consumer Ethnocentrism sebagai Variabel Moderasi
The Impact of Country-of-Origin Image and Perceived Brand Prestige on Perceived Product Quality, Consumers Purchase Intention of Korean Skincare in Indonesia with Consumer Ethnocentrism as a Moderating Variable
Pengarang:
Kyung Min Lee - ; Daniel Tumpal Hamonangan Aruan (Pembimbing/Promotor) - ; Rifelly Dewi Astuti (Penguji) - ; Tengku Ezni Balqiah (Penguji) -
Deskripsi
Penelitian ini bertujuan untuk memajukan kerangka kerja konseptual yang menjelaskan pengaruh country of origin image pada purchase intention konsumen dengan peran moderasi consumer ethnocentrism yang secara eksplisit dimodelkan dan diuraikan. Consumer ethnocentrism (CE) diuji sebagai faktor moderasi antara country of origin image dan perceived brand prestige, dan antara country of origin image dan perceived product quality, dan antara country of origin image dan purchase intention. Model yang diusulkan memberikan kesaksian tentang hasil penelitian kuantitatif dalam survei yang dilakukan dengan metode convenience sampling yang menargetkan konsumen Generasi Y yang telah menggunakan produk perawatan kulit wajah di Indonesia, yaitu 303 responden. Survey online menggunakan Google Form dengan cara snowball melalui chat Whatsapp. Analisis data digunakan Partial Least Squares - Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif country of origin image terhadap perceived brand prestige, perceived product quality, dan purchase intention konsumen. penelitian ini juga menemukan bahwa perceived product quality berpengaruh signifikan terhadap purchase intention. Selain itu, consumer ethnocentrism mengurangi hubungan positif antara country of origin image dan perceivd product quality serta mengurangi perceived brand prestige. Temuan penelitian ini juga menyiratkan bahwa pemasar harus membangun strategi pemasaran yang sesuai untuk meningkatkan purchase intention konsumen Indonesia