Tesis
Pengaruh Model Job Demands-Control-Support dan Work Family Conflict terhadap Performance: Studi Empiris pada Aparatur Sipil Negara Kementerian Keuangan
The Effect of Job Demands-Control-Support and Work Family Conflict on Performance
Pengarang:
Juni Helena Adriani Nainggolan - ; Elok Savitri Pusparini (Pembimbing/Promotor) - ; Fanny Martdianty (Penguji) - ; Mone Stepanus Andrias (Penguji) -
Deskripsi
Kondisi pandemi telah membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakat. Sebagian pegawai harus bekerja dari rumah semasa pandemi dan hal ini menimbulkan perubahan besar terhadap komunikasi, kontak sosial dengan rekan kerja maupun pimpinan, dan juga metode kerja. Bekerja secara daring kemudian mengaburkan batas antara kehidupan kerja dan kehidupan pribadi dan hal ini menimbulkan konflik. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur beberapa faktor yang berkaitan dengan kinerja seperti model job demands-control-support (JDCS) dan work family conflict melalui mediasi job satisfaction pada aparatur sipil negara di Kementerian Keuangan Indonesia selama masa pandemi Covid-19. Penelitian-penelitian sebelumnya pada umumnya menghubungkan model JDCS dan work family conflict dengan turnover intention atau job satisfaction. Penelitian ini berkontribusi terhadap pengetahuan tentang hubungan JDCS, work family conflict dan performance pada aparatur sipil negara di Indonesia selama pandemi dan memberikan saran bagi praktisi di bidang sumber daya manusia khususnya pada lembaga pemerintah. Pengumpulan data penelitan dilakukan melalui kuesioner secara online yang didistribusikan kepada aparatur sipil negara Kementerian Keuangan yang bekerja di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Data terkumpul dari 973 responden, namun hanya 800 responden yang memenuhi kriteria sampel. Data tersebut diolah dengan metode Structural Equation Modelling (SEM) dengan menggunakan Lisrel. Hasil SEM menunjukkan bahwa job satisfaction memediasi penuh hubungan antara work family conflict dan supervisor support dengan performance. Dengan demikian organisasi perlu menjaga kepuasan kerja pegawai dengan memperhatikan tingkat supervisor support dan work family conflict sehingga akan berdampak positif pada performance pegawai.