Tesis
Studi Komparatif terhadap Efisiensi dan Stabilitas Industri Perbankan Syariah Indonesia, Malaysia, dan Timur Tengah
A Comparative Study on the Efficiency and Stability of the Islamic Banking Industry in Indonesia, Malaysia, and the Middle East
Pengarang:
Yohanes Amadeus Raditya - ; Buddi Wibowo (Pembimbing/Promotor) - ; Wahyu Jatmiko (Penguji) - ; Arief Wibisono Lubis (Penguji) -
Deskripsi
Industri perbankan syariah Indonesia memiliki banyak potensi, namun pangsa pasarnya belum naik di atas 7%. Jika dibandingkan dengan total aset, industri perbankan syariah Indonesia hanya menyumbang sekitar 2% dari total aset perbankan syariah global. Sektor perbankan syariah berperan penting dalam membantu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Sangat penting bagi sebuah industri untuk dapat mempertahankan tren atau momentum positif ini untuk meningkatkan pangsa pasar industri perbankan syariah mengingat potensinya yang sangat besar. Oleh karena itu, efisiensi suatu bank sangat pen-ting dan perlu mendapat perhatian lebih. Selain mengukur efisiensi, keuangan industri per-bankan syariah juga perlu diukur untuk mengetahui ketahanannya terhadap fluktuasi pasar.
Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan perbedaan antara industri perbankan syariah di Indonesia dengan pemimpin industri yaitu Malaysia, dan negara-negara di kawasan Timur Tengah. Data yang digunakan dalam penelitian ini dikumpulkan dari laporan keuangan ta-hunan yang dipublikasikan di website resmi bank, selama periode 2016 hingga 2020. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik Stochastic Frontier Analysis (SFA) dan Z-score. Penelitian ini menggunakan total pembiayaan digunakan sebagai variabel output, dan total aktiva tetap, total dana pihak ketiga, dan total biaya staf digunakan sebagai variabel input. Hasil penelitian menunjukkan bahwa industri perbankan syariah Indonesia kurang efisien dibandingkan Malaysia atau Timur Tengah dan terdapat perbedaan yang signifikan. Sedangkan industri perbankan syariah Indonesia hanya dilihat dari hasil Z-score ratio lebih stabil dibandingkan Malaysia atau Timur Tengah, namun melalui uji Anova tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara ketiganya.
Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan perbedaan antara industri perbankan syariah di Indonesia dengan pemimpin industri yaitu Malaysia, dan negara-negara di kawasan Timur Tengah. Data yang digunakan dalam penelitian ini dikumpulkan dari laporan keuangan ta-hunan yang dipublikasikan di website resmi bank, selama periode 2016 hingga 2020. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik Stochastic Frontier Analysis (SFA) dan Z-score. Penelitian ini menggunakan total pembiayaan digunakan sebagai variabel output, dan total aktiva tetap, total dana pihak ketiga, dan total biaya staf digunakan sebagai variabel input. Hasil penelitian menunjukkan bahwa industri perbankan syariah Indonesia kurang efisien dibandingkan Malaysia atau Timur Tengah dan terdapat perbedaan yang signifikan. Sedangkan industri perbankan syariah Indonesia hanya dilihat dari hasil Z-score ratio lebih stabil dibandingkan Malaysia atau Timur Tengah, namun melalui uji Anova tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara ketiganya.