Dampak Penerapan Ekonomi Sirkular Terhadap Perekonomian Indonesia: Analisa Input-Output
The Impact of Circular Economy Implementation on the Indonesian Economy: An Input-Output Analysis
Pengarang:
Amalia Budi Kurniawati - ; Uka Wikarya (Penguji) - ; M. Halley Yudhistira (Penguji) - ; Ardi (Pembimbing/Promotor) -
Deskripsi
Ekonomi sirkular merupakan pendekatan pembangunan berkelanjutan yang menekankan efisiensi penggunaan sumber daya dan pengurangan limbah melalui prinsip “reduce, reuse, recycle”. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penerapan ekonomi sirkular berbasis pengolahan sampah terhadap perekonomian Indonesia menggunakan analisis Tabel Input-Output (IO) Nasional Tahun 2016. Dua stimulus dianalisis: (1) investasi pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) yang dikenakan pada sektor konstruksi (backward linkage), dan (2) distribusi produk olahan TPST (kompos, pakan ternak, bahan daur ulang, produk upcycling, biogas, RDF, output proses thermal) ke sektor pengguna seperti pertanian tanaman pangan, peternakan, industri barang galian bukan logam, pembuangan limbah dan daur ulang, dan ketenagalistrikan (forward linkage) dalam 1 (satu) tahun masa beroperasi. Hasil simulasi menunjukan bahwa stimulus pembangunan TPST senilai Rp243,06 Milyar menghasilkan output ekonomi sebesar Rp443,39 Milyar, peningkatan nilai tambah sebesar Rp208,90 Milyar, peningkatan pendapatan sebesar Rp84,95 Milyar dan menciptakan 1.502 lapangan kerja. Sementara itu, stimulus produk TPST secara agregat senilai Rp2,24 Triliun mampu mendorong peningkatan output nasional sebesar Rp6,06 Triliun. Sektor ketenagalistrikan, industri barang galian bukan logam, dan perdagangan besar dan eceran muncul sebagai sektor paling terdampak positif. Temuan ini memberikan dasar empiris untuk perumusan kebijakan ekonomi sirkular sebagai strategi pembangunan berkelanjutan di Indonesia