Tesis
Pengaruh Kebijakan Potongan Pajak Pertambahan Nilai (PPN DTP) Pembelian Rumah Terhadap Harga Rumah di Indonesia
The Impact of the Value Added Tax Exemption Policy (PPN DTP) on Residential Property Prices in Indonesia
Pengarang:
Moch. Hisyam Tanzil - ; Irfani Fithria Ummul Muzayanah (Pembimbing/Promotor) - ; Muhammad Halley Yudhistira (Penguji) - ; Arip Muttaqien (Penguji) -
Deskripsi
Penelitian ini menginvestigasi dampak dari kebijakan Pajak Pertambahan Nilai
Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) terhadap harga rumah di Indonesia, apakah kebijakan
ini berhasil membuat harga rumah semakin terjangkau, dengan mengidentifikasi
mekanisme pasar yang berkontribusi pada keberhasilan atau kegagalan program. Studi ini
menggunakan estimasi data panel fixed effect dengan data triwulanan dari Q3 2018 sampai
Q4 2024 di 18 Kota di Indonesia. Variabel dependen adalah Indeks Harga Properti
Residensial (IHPR), yang dikategorikan berdasarkan tipe rumah kecil, menengah, dan
besar. Variabel independen meliputi Tingkat Diskon PPN, Suku Bunga KPR, Indeks
Harga Sewa Perumahan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Harga Bahan Bangunan,
dan data Jumlah Penduduk. Metodologi yang digunakan mengintegrasikan model biaya
pengguna dan model amenitas, sekaligus mengontrol faktor-faktor penawaran dan
permintaan di pasar perumahan.
Hasil temuan menunjukkan bahwa kebijakan PPN DTP secara signifikan meningkatkan
harga rumah, penurunan 1% dalam tingkat PPN menyebabkan kenaikan 0.0474 unit
indeks harga rumah. Hal ini mengindikasikan penawaran perumahan yang inelastis, di
mana subsidi terutama menghasilkan efek harga daripada meningkatkan kuantitas
perumahan yang tersedia. Untuk memastikan kebijakan selanjutnya mencapai efek
kuantitas yang diinginkan maka rekomendasi kebijakan menakankan penggabungan
subsidi pada sisi permintaan dengan reformasi pada sisi penawaran.
Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) terhadap harga rumah di Indonesia, apakah kebijakan
ini berhasil membuat harga rumah semakin terjangkau, dengan mengidentifikasi
mekanisme pasar yang berkontribusi pada keberhasilan atau kegagalan program. Studi ini
menggunakan estimasi data panel fixed effect dengan data triwulanan dari Q3 2018 sampai
Q4 2024 di 18 Kota di Indonesia. Variabel dependen adalah Indeks Harga Properti
Residensial (IHPR), yang dikategorikan berdasarkan tipe rumah kecil, menengah, dan
besar. Variabel independen meliputi Tingkat Diskon PPN, Suku Bunga KPR, Indeks
Harga Sewa Perumahan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Harga Bahan Bangunan,
dan data Jumlah Penduduk. Metodologi yang digunakan mengintegrasikan model biaya
pengguna dan model amenitas, sekaligus mengontrol faktor-faktor penawaran dan
permintaan di pasar perumahan.
Hasil temuan menunjukkan bahwa kebijakan PPN DTP secara signifikan meningkatkan
harga rumah, penurunan 1% dalam tingkat PPN menyebabkan kenaikan 0.0474 unit
indeks harga rumah. Hal ini mengindikasikan penawaran perumahan yang inelastis, di
mana subsidi terutama menghasilkan efek harga daripada meningkatkan kuantitas
perumahan yang tersedia. Untuk memastikan kebijakan selanjutnya mencapai efek
kuantitas yang diinginkan maka rekomendasi kebijakan menakankan penggabungan
subsidi pada sisi permintaan dengan reformasi pada sisi penawaran.