Link Research and Development to Energy Cost Share: Evidence from Manufacturing Firms in Indonesia
Hubungan Penelitian dan Pengembangan (R&D) terhadap Proporsi Biaya Energi: Studi Kasus pada Industri Manufaktur di Indonesia
Pengarang:
Marisa Andreina - ; Kakinaka Makoto (Pembimbing/Promotor) - ; Yohanna M. L. Gultom (Penguji) - ; Lee Kangkook (Penguji) -
Deskripsi
Penelitian ini menganalisis hubungan antara kegiatan penelitian dan pengembangan (R&D) pada tingkat perusahaan dengan proporsi biaya energi (energy cost share) pada sektor manufaktur di Indonesia. Walaupun R&D dipandang berperan dalam mengurangi dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh kegiatan perusahaan, efektivitasnya sering kali bersifat kontekstual, dan kajian empiris pada level perusahaan—terutama di negara berkembang—masih terbatas. Dengan memanfaatkan data panel tingkat perusahaan dari Survei Industri Manufaktur Indonesia tahun 2017-2019, penelitian ini menerapkan kerangka translog cost function, dengan menurunkan proporsi biaya input melalui Shepard’s Lemma sebagai proksi efisiensi energi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan R&D pada tingkat perusahaan secara konsisten berkorelasi dengan meningkatnya proporsi biaya energi, khususnya biaya listrik. Temuan tersebut mendukung argumentasi bahwa dalam konteks negara berkembang, aktivitas R&D pada tahap awal berpotensi meningkatkan biaya operasional energi alih-alih menurunkannya. Analisis heterogenitas lebih lanjut menunjukkan bahwa beban energi tersebut lebih signifikan dialami oleh perusahaan berukuran menengah, berteknologi rendah, perusahaan domestik, serta tidak berorientasi ekspor. Hal ini menegaskan pentingnya kapabilitas internal dan keterhubungan eksternal dalam menentukan implikasi energi dari aktivitas inovasi.