The Role of Economic Density on Determining Poverty Level in Indonesia
Peran Kepadatan Aktivitas Ekonomi dalam Menentukan Level Kemiskinan di Indonesia
Pengarang:
Endah Kamilah Taufik - ; Yohanna M. L. Gultom (Penguji) - ; Kunihiko Shinoda (Pembimbing/Promotor) - ; Toshihiro Kudo (Penguji) -
Deskripsi
Seiring dengan meningkatnya urbanisasi di berbagai belahan dunia dan upaya pengentasan kemiskinan, muncul kekhawatiran apakah urbanisasi dan peningkatan konsentrasi aktivitas ekonomi memberikan manfaat kepada masyarakat miskin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kepadatan aktivitas ekonomi dan kemiskinan di Indonesia dengan menggunakan data panel dari 514 kabupaten/kota pada tahun 2010, 2015, dan 2020. Metode analisis yang digunakan adalah Spatial Durbin Model (SDM) dengan fixed effects. Kepadatan aktivitas ekonomi didefinisikan sebagai konsentrasi aktivitas ekonomi dan diukur menggunakan intensitas cahaya malam hari (nighttime lights/NTL) per km². Hasil estimasi menunjukkan bahwa kepadatan aktivitas ekonomi secara statistik memiliki hubungan negatif dan signifikan terhadap tingkat kemiskinan, baik di wilayah itu sendiri maupun pada wilayah sekitarnya. Dengan menggunakan SDM, pengaruh setiap variabel dapat didekomposisi menjadi efek langsung dan efek tidak langsung (spillover). Efek langsung menggambarkan pengaruh perubahan variabel di area lokal terhadap tingkat kemiskinan di wilayah tersebut. Adapun efek tidak langsung mencerminkan dampak perubahan variabel di wilayah tetangga terhadap tingkat kemiskinan suatu daerah. Efek tidak langsung dari peningkatan kepadatan aktivitas ekonomi yang signifikan secara statistik mengindikasikan bahwa manfaat pertumbuhan ekonomi regional melampaui batas administratif wilayah. Hasil ini menegaskan pentingnya strategi pembangunan yang terkoordinasi secara spasial. Rekomendasi kebijakan meliputi peningkatan konektivitas antarwilayah serta perluasan pengembangan industri di luar Pulau Jawa.