The Impact of Special Economic Zones on Local Economic Activity in Indonesia
Dampak Kawasan Ekonomi Khusus terhadap Aktivitas Ekonomi Lokal di Indonesia
Pengarang:
Desy Puspita - ; Yohanna M. L. Gultom (Penguji) - ; Mitchell Austin Michael (Pembimbing/Promotor) - ; Masayuki Kondo (Penguji) - ; Ayyoob Sharifi (Penguji) -
Deskripsi
Kebijakan berbasis wilayah (place-based policies) telah banyak diterapkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, namun efektivitasnya masih menjadi perdebatan. Penelitian ini menganalisis dampak Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Indonesia terhadap aktivitas ekonomi lokal yang diukur melalui intensitas cahaya malam (nighttime light), dengan mempertimbangkan efek perlakuan yang dinamis serta heterogenitas spasial. Dengan menggunakan metode staggered Difference-in-Differences (DiD) dan data panel tahunan pada tingkat piksel untuk periode 2013–2024, analisis empiris menghasilkan beberapa temuan utama yang menekankan bahwa KEK menghasilkan dampak yang heterogen. KEK manufaktur berasosiasi dengan peningkatan aktivitas ekonomi lokal, dengan kenaikan nighttime lightsebesar 1,03 hingga 1,51 unit (23,2% - 38,3%) dibandingkan dengan kondisi tanpa operasi KEK. Dampak ini berkembang secara bertahap, dengan efek signifikan muncul setelah beberapa tahun. Analisis sensitivitas terhadap jarak menunjukkan bahwa dampak KEK manufaktur terkonsentrasi di dalam kawasan dan meluas hingga sekitar 5 km, kemudian melemah setelah 10 km. Sebaliknya, KEK berbasis jasa menunjukkan efek yang tidak signifikan secara statistik atau bahkan negatif, dengan penurunan hingga 0,91 unit (34,7%). Kawasan ini cenderung memperlihatkan tren penurunan nighttime light seiring waktu dan tidak menunjukkan dampak spasial yang signifikan. Hasil studi ini mengindikasikan bahwa pengaruh dari setiap jenis KEK tidak merata dan menekankan pentingnya orientasi sektoral dalam menentukan keberhasilan place-based policies.