Tesis
Pengaruh Theory of Planned Behavior terhadap Intensi Untuk Berwisata di Destinasi Wisata Berkelanjutan
Application of Theory of Planned Behavior Towards Tourist's Intention to Choose Sustainable Tourism
Pengarang:
Vityasi Nurul Iman Widyarso - ; Ignatius Heruwasto (Pembimbing/Promotor) - ; Arnold Japutra (Penguji) - ; T Ezni Balqiah (Penguji) -
Deskripsi
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi intensi wisatawan dalam memilih destinasi pariwisata berkelanjutan di Indonesia dengan menggunakan kerangka Theory of Planned Behavior (TPB). Data dikumpulkan dari 356 responden melalui survei dan dianalisis dengan metode Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) menggunakan SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga konstruk utama TPB, yaitu attitude, perceived behavioral control, dan subjective norm berpengaruh signifikan terhadap pembentukan intensi wisatawan dalam memilih sustainable tourism. Attitude menjadi faktor paling dominan, mencerminkan pandangan positif responden terhadap pariwisata berkelanjutan, baik dari sisi etika maupun kepedulian lingkungan. Perceived behavioral control juga berperan penting, menegaskan bahwa wisatawan merasa memiliki kesempatan dan kemampuan yang memadai untuk memilih destinasi berkelanjutan, meskipun faktor eksternal tetap berpengaruh dalam praktiknya. Sementara itu, subjective norm turut memperkuat niat berkunjung melalui dorongan sosial dari keluarga, teman, maupun lingkungan sekitar. Temuan ini menegaskan bahwa kombinasi faktor personal dan sosial sebagaimana dijelaskan dalam TPB relevan untuk memahami perilaku wisatawan, sekaligus memperkuat validitas teori tersebut dalam konteks pariwisata berkelanjutan di Indonesia. Meskipun demikian, penelitian ini juga menunjukkan keterbatasan TPB karena belum sepenuhnya mampu menjelaskan intensi wisatawan secara menyeluruh. Faktor-faktor lain, seperti nilai moral, motivasi pribadi, maupun pertimbangan emosional, diduga turut berkontribusi dan dapat menjadi fokus penelitian lanjutan. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya memperkuat peran TPB, tetapi juga membuka peluang bagi pengembangan kajian lintas teori yang lebih komprehensif.