Tesis
Pengaruh Kebebasan Beragama terhadap Investasi Luar Negeri (Outward Foreign Direct Investment) China: Peran Kohesi Negara Sebagai Jalur Mediasi di Negara Organisasi Kerjasama Islam (OKI)
Religious Freedom and China's Outward Foreign Direct Investment: Examining the Mediating Role of State Cohesion in OIC Member States
Pengarang:
Alice Besty Kurnia - ; Tika Arundina Aswin (Penguji) - ; Riyanto (Penguji) - ; Mohammad Soleh Nurzaman (Pembimbing/Promotor) -
Deskripsi
Dalam konteks globalisasi, kebebasan beragama menjadi faktor krusial dalam membentuk iklim investasi yang stabil. Namun, hubungan antara kebebasan beragama dan aliran investasi tidak dapat dijelaskan secara langsung, melainkan dimediasi melalui kualitas institusional didalamnya. Penelitian ini menganalisis pengaruh kebebasan beragama terhadap Outward Foreign Direct Investment (OFDI) China ke negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), menggunakan data panel dari 53 negara selama periode 2006–2018. Indeks Kohesi Negara digunakan sebagai variabel mediator yang dapat merepresentasikan kemampuan suatu negara dalam mengelola keberagaman identitas secara inklusif, serta menjamin distribusi kekuasaan dan akses ekonomi-politik secara adil lintas kelompok sosial. Kohesi yang tinggi mengindikasikan struktur kelembagaan yang mampu meredam konflik identitas dan menjamin keterwakilan kelompok minoritas, termasuk dalam sistem keagamaan yang dominan.
Metodologi yang digunakan mencakup regresi panel dua tahap dengan efek tetap serta analisis mediasi menggunakan Uji Sobel. Hasil analisis menunjukkan bahwa kebebasan beragama memiliki pengaruh tidak langsung yang signifikan melalui kohesi negara. China menunjukkan preferensi terhadap negara-negara dengan kebebasan beragama yang rendah, karena kondisi tersebut memperkuat dominasi kelompok keagamaan tertentu yang dapat menjadi mitra strategis informal. Temuan ini mencerminkan kecenderungan China dalam menjalin hubungan ekonomi dengan struktur kekuasaan dominan berbasis agama di negara-negara OKI.
Metodologi yang digunakan mencakup regresi panel dua tahap dengan efek tetap serta analisis mediasi menggunakan Uji Sobel. Hasil analisis menunjukkan bahwa kebebasan beragama memiliki pengaruh tidak langsung yang signifikan melalui kohesi negara. China menunjukkan preferensi terhadap negara-negara dengan kebebasan beragama yang rendah, karena kondisi tersebut memperkuat dominasi kelompok keagamaan tertentu yang dapat menjadi mitra strategis informal. Temuan ini mencerminkan kecenderungan China dalam menjalin hubungan ekonomi dengan struktur kekuasaan dominan berbasis agama di negara-negara OKI.