Does Bilateral Trade Agreement Promote Extensive and Intensive Margins of Exports? The Case of Indonesia
Apakah Perjanjian Perdagangan Bilateral Meningkatkan Margin Ekstensif dan Intensif pada Ekspor? Studi Kasus Indonesia
Pengarang:
Rangga Adityo - ; Makoto Kakinaka (Pembimbing/Promotor) - ; Muhammad Hanri (Penguji) - ; Mitsuhiko Kataoka (Penguji) - ; Kyohei Yamada (Penguji) - ; Seunghoo Lim (Penguji) -
Deskripsi
Penelitian ini mengkaji hubungan antara bilateral trade agreements (BTA) atau perjanjian perdagangan bilateral dengan kinerja ekspor Indonesia, dengan fokus pada pembedaan antara margin ekstensif (diversifikasi produk ekspor) dan margin intensif (peningkatan volume perdagangan produk yang sudah ada). Dengan menggunakan kerangka gravity model dan data perdagangan dari tahun 2004 hingga 2022 yang mencakup 57 negara, analisis menunjukkan bahwa BTA memiliki hubungan positif yang signifikan terhadap ekspor riil, margin ekstensif, dan margin intensif, terutama pada produk manufaktur. Faktor-faktor lain yang juga berhubungan positif dengan kinerja perdagangan meliputi plurilateral trade agreements (PTA), ukuran ekonomi, hubungan historis, dan kesamaan bahasa, sementara jarak geografis tetap menjadi hambatan perdagangan. Temuan ini menegaskan pentingnya BTA dalam meningkatkan daya saing perdagangan Indonesia serta menunjukkan perlunya kebijakan strategis yang berfokus pada negosiasi bilateral.